Banda Aceh

Kasus Pembunuhan Warga Turunan di Banda Aceh Masih Diselimuti Misteri

Kecurigaan telah terjadi sesuatu di dalam ruko konstruksi dua lantai itu sudah mulai merebak sejak Senin sore, apalagi ada laporan seperti bau amis darah.

Foto | Ratno Sugito

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH  – Ihwal pembunuhan sekeluarga dari warga turunan Tionghoa Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh masih menyisakan misteri. Motif dan pelaku pembunuhan yang tergolong sangat sadis itu masih didalami aparat kepolisian.

Hingga saat ini polisi masih bekerja menyelidiki kasus tersebut.

Sebuah sumber kepada ACEHSATU.COM, mengatakan, awal penemuan karena warga mencurigai bau busuk yang menyengat. Kemudian warga Gampong Mulia mendobrak masuk dan mendapati tiga sosok mayat dalam kondisi mengenaskan.

Sumber-sumber masyarakat menginformasikan, ruko tersebut dihuni oleh keluarga Asun (warga turunan) yang juga berfungsi sebagai gudang barang grosir.

Kecurigaan telah terjadi sesuatu di dalam ruko konstruksi dua lantai itu sudah mulai merebak sejak Senin sore, apalagi ada laporan seperti bau amis darah.

Akhirnya pada Senin malam, sekitar pukul 20.00 WIB, polisi membuka paksa ruko tersebut dan mendapati tiga sosok mayat di dalamnya.

Tiga mayat dengan identitas masing-masing Minarni (40), posisi di ruang tengah dengan kondisi mayat telanjang bulat dan luka bekas di cekikan.

Berikutnya Callietos NG (8 tahun), posisi di ruang tengah dengan kondisi kepala terpisah dengan badan diduga bekas bacokan.

Juga ditemukan mayat Tjisun atau Asun (45), posisi di kamar mandi dengan kondisi telungkup, kepala hampir putus diduga bekas bacokan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top