Kasus Kepala Baitu Mal Aceh Tenggara Perkosa Anak Dibawah Umur, Darwati Angkat Bicara

Kasus Kepala Baitu Mal Aceh Tenggara Perkosa Anak Dibawah Umur, Darwati Angkat Bicara. Anggota DPR Aceh Darwati A Gani yang Juga Selaku Istri Mantan Gebernur Aceh meminta penegak hukum untuk memberikan hukuman berat
Kasus Kepala Baitu Mal Aceh Tenggara Perkosa Anak Dibawah Umur, Darwati Angkat Bicara
Anggota DPR Aceh Darwati A Gani yang Juga Selaku Istri Mantan Gebernur Aceh meminta penegak hukum untuk memberikan hukuman berat kepada pejabat di Aceh Tenggara

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Kasus Kepala Baitu Mal Aceh Tenggara Perkosa Anak Dibawah Umur, Darwati Angkat Bicara. Anggota DPR Aceh Darwati A Gani yang Juga Selaku Istri Mantan Gebernur Aceh meminta penegak hukum untuk memberikan hukuman berat kepada pejabat di Aceh Tenggara, SA yang melakukan Pemerkosa santri di bawah Umur.

Selain Menjabat sebagai Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara, SA juga salah satu Pimpinan Pasantren Di wilayah tersebut.

“Kita berharap aparat penegak hukum memberikan sanksi yang berat kepada oknum pejabat tersebut,” kata Darwati A Gani, di Banda Aceh, Senin.

Sebelumnya, Polres Aceh Tenggara menangkap seorang pimpinan pondok pesantren yang juga kepala Baitul Mal setempat atas dugaan pemerkosaan terhadap santri atau anak didiknya yang masih di bawah umur.

Akibat perbuatannya, pelaku kepala baitul mal aceh tenggara bakal dijerat dengan Pasal 34 jo Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Selain itu, Darwati juga mengutuk keras apa yang telah dilakukan seorang kepala Baitul Mal Aceh Tenggara berinisial SA (37) tersebut. Di mana seharusnya ia memberi contoh yang baik, namun malah melakukan hal yang melanggar hukum.

“Kami sangat mengutuk keras apa yang dilakukan oleh seorang Kepala Baitul Mal, semestinya tingkah lakunya menjadi contoh, tapi bisa melakukan hal yang keji seperti itu,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Darwati juga menyampaikan bahwa akhir-akhir ini kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan bisa disimpulkan darurat.

“Kejahatan ini dapat digolongkan pada extraordinary crime (kejahatan luar biasa), karena selain merusak masa depan anak dan perempuan juga merusak nilai-nilai syariat Islam yang diberlakukan di Aceh,” kata politikus PNA itu.

Karenanya, lanjut Darwati, DPRA telah mengusulkan perubahan perubahan atas qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang dinilai masih lemah dan belum memberikan efek jera kepada pelaku. Wacana tersebut juga telah masuk dalam Prolega 2022.

“Harapan besar agar rancangan qanun ini dapat segera kita sahkan pada pertengahan 2022 ini, dan semoga mendapat dukungan dari semua pihak,” demikian Darwati A Gani.

Ternyata Pelaku Perkosa Santri Berstatus Kepala Baitul Mal Sekaligus Pimpinan Dayah di Aceh Tenggara

Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara, SA ditangkap polisi dengan tuduhan perkosaan terhadap santrinya sendiri yang masih di bawah umur.

Selain menyandang status sebagai Kepala Baitul Mal, sosok SA juga diketahui merupakan seorang pimpinan salah satu dayah (pondok pesantren) yang ada di kabupaten setempat.

Modus SA menjalankan aksinya berpura-pura meminta dipijit, hingga tega menyetubuhi anak didiknya sendiri. Aksi bejat itu pun telah dilakukan berulang kali sejak Agustus 2021 lalu.

Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara Diamankan Polisi, Terkait Kasus Perkosa Anak di Bawah Umur

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Suyono SH SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Suparwanto SH, saat dikonfirmasi oleh Media membenarkan peristiwa tersebut.

“Untuk sementara sudah ditangkap dan kita amankan untuk diperiksa atas dugaan perbuatan asusila terhadap salah satu santriwati di Pondok Pesantren yang berlokasi di kecamatan Bukit tusam Agara,”kata AKP Suparwanto, Sabtu 22 Januari 2022.

Kendati demikian, Suparwanto belum menjelaskan lebih jauh tekait pemeriksaan onkum pimpinan Ponpes tersebut.

“Kita masih mendalami kronologisnya. Karena ini merupakan hasil laporan korban (santriwati), yang diduga kejadiannya sudah sejak lama. Dan mungkin ada korban yang lain lagi. Makanya masih kita periksa secara intensif,”ujarnya.