Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah, Polda Aceh Minta Keuchik Pantau Warganya ke Medan

Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah, Polda Aceh Minta Keuchik Pantau Warganya ke Medan

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Jumlah kasus warga yang terpapar covid-19 di provinsi tetangga, Sumatera Utara  hari ini meningkat drastis, kondisi ini membuat Aceh tidak “nyaman” terlebih banyaknya warga Aceh bepergian ke Kota Medan melakukan aktifitas bisnis.

Untuk mengantisipasi wilayah ini bebas virus Corona, Polda Aceh meminta kepala desa (Keuchik) yang ada di Aceh agar melakukan pemantauan terhadap warganya yang bepergian ke Sumatera Utara khususnya Kota Medan guna dapat di deteksi sejak dini, jika ada warganya menjadi korban Covid 19 setelah bepergian dari Kota Medan.

Kapolda Aceh, Irjend pol Drs Wahyu Widada M Phil melalui Dirlantas Polda Aceh, Kombes Dicky Sondani SIK MH kepada Acehsatu.com, Selasa (9/6/2020) mengatakan, jumlah kasus pasien dalam pemantuan (PDP) di Kota Medan setiap hari terus bertambah bahkan hari ini, jumlah warga provinsi tetangga yang terpapar positif Covid-19 bertambah 12 orang sehingga jumlahnya sudah 619 orang yang positif terpapar virus Corona.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada warga Aceh yang sedang bepergian ke Kota Medan, baik urusan bisnis atau mengunjungi keluarga, agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

“Gunakan masker, sering cuci tangan dan jaga jarak serta hindari kerumunan  serta cepat kembali ke Aceh apabila urusan sudah selesai,” ujarnya. .

Dicky Sondani juga mengingatkan, sesampainya kembali ke Aceh, apabila merasa kurang sehat, agar cepat berobat dan lakukan rapid test kembali. “Lakukan isolasi mandiri selama tiga hari, jangan langsung berinteraksi dengan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya, juga meminta kepala desa (Keuchik) se Aceh agar melakukan pemantuan terhadap warganya yang bepergian ke Kota Medan guna dapat di deteksi jika ada warga desa yang terpapar Covid 19 setelah bepergian dan pulang dari Kota Medan.

Baca juga : https://acehsatu.com/awas-dirlantas-aceh-disiplinkan-pakai-masker-tak-pakai-putar-balik-kenderaan/

Begitu juga dengan pengusaha angkutan umum, untuk memperhatikan phisical distancing di dalam bus. “Maksimal jumlah penumpang di dalam bus 50 persen dari total jumlah penumpang, begitu juga sebelum naik bus, terlebih dahulu dilakukan pengecekan suhu tubuh penumpang dan lakukan penyemprotan cairan desinfektan ke kendaraan,” pintanya.

Ini semata-mata dilakukan agar Aceh bebas dari penyebaran Covid-19 sehingga warga dapat beraktifitas secara normal dengan aman dan tenang mencari rezeki serta aktifitas lainnya tanpa rasa khawatir terpapar virus ini.(*)