oleh

Kasatpol PP Aniaya Mantan Anggotanya Hingga Babak Belur

Ilustrasi penganiayaan. | Liputan6.com/Andri Wiranuari
Ilustrasi penganiayaan. | Liputan6.com/Andri Wiranuari

Laporan Adunovic
ACEHSATU.COM, SABANG –
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Sabang beserta sejumlah anggotanya dilaporkan telah melakukan penganiayaan berat kepada salah seorang warga Sabang bernama Nasruddin alias Osani (36) pada Jumat (27/5/2016) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal dari pemecatan secara sepihak terhadap Nasruddin oleh Kasatpol PP Sabang tanpa memperoleh pesangon apapun. Hal itu kemudian memaksa Nasruddin untuk mempertanyakan dan meminta kejelasan terkait hak-haknya melalui pesan singkat.

Namun bukannya ditanggapi, pesan yang dikirim itu justru direspon secara berlebihan hingga terjadi penangkapan paksa dan penganiayaan terhadap Nasruddin.

Saat ditemukan pihak keluarga pada Jumat pagi, Nasruddin yang juga merupakan salah seorang anggota Satuan Polisi PP Sabang tersebut sudah dalam keadaan lemas dan babak belur, tangan diborgol dan dikurung dalam salah satu ruangan di kantor Pol PP Sabang.

Kepada media ini, Sabtu (28/5/2016), Nasruddin mengaku sama sekali tidak menyangka akan dianiaya layaknya seorang teroris atau pelaku pencurian hanya lantaran meminta haknya yang belum dibayar secara penuh. Bahkan sebelumnya ia sudah menghadap Kasatpol PP untuk meminta penjelasan terkait alasan pemecatan dan sistim pembayaran honor.

“Sudah tengah malam saya dijemput di rumah dan dibawa secara paksa ke Kantor Satpol PP, kemudian tangan saya diborgol, dikurung di dalam ruangan dan dianiaya secara bergantian. Ada yang memukul, menendang bahkan ada yang khusus menganiaya saya dengan menggunakan sebo penutup wajah,” terangnya.

Sementara itu, pihak keluarga berharap pihak keolisian dapat menangani kejadian ini secara serius dan tidak pandang bulu. Keluarga juga berharap agar seluruh pelaku segera ditahan.

“Kami pihak Keluarga tidak terima dengan perlakukan Kepala Pol PP Sabang beserta anak buahnya yang telah menganiaya saudara kami, dan kasus ini akan terus kami ikuti hingga memiliki proses hukum yang jelas pada para pelaku,” tegas Zikri (45).

Selain sudah ditangani oleh pihak kepolisian, kasus penganiayaan yang dialami oleh Nasruddin tersebut juga dengan cepat tersebar luas hingga ke kalangan DPRK setempat.

Ketua DPRK Sabang, Marwan meminta kasus ini diusut secara tuntas agar tidak mempengaruhi citra pemerintah akibat anggota Satpol PP dan Kasatnya yang arogan.

“Besok kita langsung menggelar rapat dan memanggil semua pihak yang terkait atas penganiayaan berat yang telah dilakukan oleh Kepala Satpol PP Sabang beserta sejumlah anggotanya tersebut hingga kedepan kita berharap tidak adalagi sistim arogansi dan main hakim sendiri di dalam tubuh pemerintahaan Kota Sabang,” tegasnya di hadapan Asisten III Pemko Sabang Daud Imum, Wakil Walikota Sabang dan anggota DPRK Sabang lainya di Kantor Pol PP Kota Sabang, kemarin. (*)

Komentar