Karangan Bunga ‘Aceh Juara Termiskin’, Pukulan Telak Buat Gubernur

Karangan bunga bertuliskan sindiran 'Aceh Juara Termiskin se-Sumatera' memenuhi Kantor Gubernur Aceh hari ini. Anggota DPR RI Dapil Aceh, Nazarudin Dek Gam, menilai karangan bunga itu sebagai bentuk pukulan terhadap Gubernur Aceh.
Aceh Juara Termiskin
Karangan bunga yang dikirim ke kantor Gubernur Aceh. (Agus Setyadi/detikcom)

Aceh Juara Termiskin

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Karangan bunga bertuliskan sindiran ‘Aceh Juara Termiskin se-Sumatera’ memenuhi Kantor Gubernur Aceh hari ini. Anggota DPR RI Dapil Aceh, Nazarudin Dek Gam, menilai karangan bunga itu sebagai bentuk pukulan terhadap Gubernur Aceh.

“Karangan bunga hari ini pukulan telak untuk Gubernur Aceh. Kita minta Gubernur Aceh untuk introspeksi diri. Jangan susah komunikasi,” kata Dek Gam saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).

Dek Gam mengaku prihatin atas munculnya karangan bunga yang memberi label Aceh sebagai daerah termiskin se-Sumatera. Padahal, menurutnya, Aceh mendapatkan dana otonomi khusus (otsus) yang besar.

“Saya yang pertama saya termasuk orang yang sangat prihatin dengan kondisi Provinsi Aceh daerah termiskin nomor 1 di Sumatera. Kenapa? Sangat prihatin karena Aceh itu mendapatkan dana otsus yang cukup besar,” katanya.

“Aceh sejak otsus dicairkan kita suda mendapat 88,6 triliun dana yang sudah masuk ke Aceh,” ucapnya.

Politikus PAN itu pun menduga ada yang salah dalam mengelola dana otsus. Menurutnya, ada kemungkinan dana otsus tidak tepat sasaran.

Aceh Juara Termiskin
Karangan bunga yang dikirim ke kantor Gubernur Aceh. (Agus Setyadi/detikcom)

“Kayaknya ada yang salah urus di Aceh. Mungkin uang yang seharusnya diberdayakan masyarakat miskin, dia pergunakan untuk yang lain. Ya bahasanya salah urus saja. Uang otsus itu tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu juga meminta pemerintah pusat terlibat untuk mencari tahu penyebab Aceh menjadi daerah termiskin di Sumatera. Ia berharap pemerintah pusat membuat tim untuk turun langsung ke Aceh.

“Saya minta pemerintah pusat untuk bentuk tim turun ke Aceh untuk melihat di mana kok Provinsi Aceh jadi termiskin sedangkan dana otsus melimpah,” tegasnya.

Bahkan, Dek Gam pun meminta KPK turun tangan memantau pengelolaan dana otsus di Aceh. “Saya minta ke KPK untuk turun ke Aceh, depan Pak Firli saya minta KPK untuk turun ke Aceh,” tuturnya.

Sebelumnya, ada sepuluh karangan bunga berisi sindiran Aceh jadi provinsi termiskin di Sumatera terpasang di jalan depan Kantor Gubernur Aceh. Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal, menyebut papan bunga itu sebagai bentuk kritik sosial.

Syakya menyebut, pihaknya sengaja mengirim karangan bunga karena tidak dapat menyampaikan aspirasi lewat demo. Menurutnya, penyumbang papan bunga tersebut sepakat ada masalah besar dalam tata kelola Pemerintah Aceh.

“Ini inisiatif saya, tetapi saya meminta kawan-kawan yang punya kesepahaman untuk menyumbang papan bunga. Ada yang sumbang satu papan bunga, ada yang sumbang dua papan bunga,” kata Syakya kepada wartawan, Rabu (17/2). (*)