Karang Ampar, Setumpuk Hutan yang Tersisa untuk Gajah

Karang Ampar adalah desa yang terletak ujung barat Aceh Tengah. Sebuah kawasan hutan tropis yang hidup satwa liar yang dilindungi, khususnya Gajah Sumatera.
Karang Ampar
Pemandangan kawasan hutan di Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Foto Yusmadi Yusuf/ACEHSATU.com

Untuk sampai ke Karang Ampar, kita harus menyusuri jalan kecil masuk dari sebuah persimpangan di Ronga-Ronga, Bener Meriah.

Perjalanan terasa jauh dengan jarak tempuh sekitar 30 Km. Ditambah lagi dengan jalan yang sudah rusak.

Sesampai di Karang Ampar, kita akan disuguhi pandangan rumah-rumah bantuan korban konflik berjejer di jalanan desa.

Selebihnya rumah berkonstruksi kayu yang sederhana.

Desa Karang Ampar dihuni 160 KK menjadi desa paling terdampak konflik Aceh. Dan sekarang mereka masih dilanda konflik dengan satwa liar.

Desa yang kaya keanekaragaman hayati ini kini menjadi incaran perusahaan perkebunan, dan orang-orang kaya.

“Banyak orang mengincar hutan di Karang Ampar,” sebut Muslim.

Reje (Kepala Desa) Karang Ampar, Saleh Kadri mengaku ia sudah melakukan semaksimal mungkin untuk mencegah melakukan aksi perambahan hutan.

TPFF jadi tongkak terdepan menjaga lingkungan dan satwa liar di Ketol Aceh Tengah. Foto Yusmadi Yusuf/ACEHSATU.com

Namun yang terjadi menurutnya, di luar kemampuan dan kewenangannya.

“Kita hanya bisa melarang dengan  kemampuan yang kita miliki, tapi semuanya (ilegal logging masih tetap terjadi,” katanya.

Hadirnya TPFF, menurut Reje Saleh Kadri sudah sangat membantu masyarakat menjaga kerusakan dari gajah.

“Sekali lagi, TPFF juga sudah berusaha mencegah aksi penebangan hutan, tapi yang terjadi di luar kemampuan kita,” kata Saleh Kadri.

Karang Ampar kini tetap menjadi korban kerusakan hutan yang masih terjadi sampai hari ini.

Warga Minta Kawasan Ekosistem Esensial (Hal 4)