Kapolres : Pos Perbatasan Dijaga 50 Personil Tidak Ada Celah Untuk Pungli

Kapolres : Pos Perbatasan Dijaga 50 Personil Tidak Ada Celah Untuk Pungli

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Tidak ada celah terjadi pungutan liar di Pos Check Poin perbatasan Aceh – Sumatera Utara Kampong Seumadam karena petugas penjagaan di pos perbatasan ini sebanyak 50 orang dan mekanismenya sangat sistematis.

Personil pos ini terdiri dari Tim gugus tugas  pencegahan Covid-19, Kodim 0117/ Aceh Tamiang, personil Polres Aceh Tamiang, personil Dinas Kesehatan Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD Aceh Tamiang ditambah PJR Polda Aceh, Brimob Polda Aceh dan Polisi Militer

“Setiap harinya 50 personil ini secara bergantian melakukan penjagaan, dua jam sekali mereka istirahat digantikan rekan mereka yang sudah di atur shifnya selama 24 jam,” ujar Kapolres Aceh Tamiang, Ari Lasta Irawan dalam konferensi pers bersama Bupati Aceh Tamiang, Mursil dan Dandim 0117/Atam¸ Letkol Inf Deki Rayusyah Putra di aula Kantor Bupati setempat. Kamis (4/6/2020).

Katakanlah kejadian pungli terjadi karena ada niat dan kesempatan itu, lanjut Kapolres namun dengan jumlah 50 orang personil jaga, peluang pungli tersebut tidak mungkin terjadi apalagi besaran pungli Rp 30 ribu.

“Sangat ketat penjagaannya dan ini dapat kita pertanggung jawabkan kepada rakyat, dan atasan kami Kapolda, Pangdam IM dan Gubenur Aceh semua yang masuk harus ada surat kesehatan bebas covid-19,” tegas Kapolres.

Dijelaskan,  jika tidak memenuhi syarat tidak di izinkan masuk Aceh, kenderaan harus putar balik baik mobil pribadi, angkutan umum dan sepeda motor karena kita ingin menjaga Aceh sebagai daerah zona hijau bebas Covid-19.

Kapolres tidak menafikkan jika ada warga yang masuk ke Aceh melalui jalur tikus. Menurutnya, mereka turun dari mobil penumpang di wilyah Kabupaten Langkat dekat perbatasan Aceh kemudian naik ojek melalui jalan tikus kalu naik bus penumpang lagi. Setelah turunkan penumpang, angkutan umum itu lewat tanpa penumpang, lalu warga membayar ongkos ke ojek atau RBT “ jelas Kapolres lagi

Jangan kesalahan warga yang mencari jalan masuk ke Aceh mereka bayar sendiri ke pengojek di timpakan ke penjaga pos, lanjut Ari Lasta Irawan, sementara mereka sudah 2,5 bulan siang malam menjaga agar orang yang tidak memenuhi syarat masuk ke Aceh diperbatasan tujuannya agar Aceh aman Covid-19.

Terkait isu pungli dari salah satu pemberitaan media luar daerah, ada menyebutkan oknum brigadir menerima pungli yang disebutkan supir angkot yang juga tidak disebutkan nama setelah di canalisa info itu hoak sedangkan Direktur LSM sedang kita telusuri benar ada atau tidak.

Kapolres berharap kepada para wartawan di Aceh Tamiang jika ada informasi terkait pungli sampaikan kepada pihaknya pasti kita proses anggota yang bersangkutan dan meminta agar wartawan mendukung pemberitaan menjaga Aceh aman dari Covid-19 (*)