Kapal Diterjang Badai Saat Melaut, Dua Nelayan Aceh Barat Hilang

Dua orang nelayan asal Kabupaten Aceh Barat hingga Minggu siang masih dinyatakan hilang setelah kapal yang mereka gunakan untuk melaut, diterjang badai di perairan Kuala Tuha, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Sabtu siang.
Upaya pencarian dua nelayan asal Aceh Barat oleh Basarnas Pos Meulaboh di sekitar perairan Nagan Raya, Aceh, Minggu (4/10/2020) siang. (ANTARA/HO-Dok. Basarnas Pos Meulaboh)

ACEHSATU.COM, ACEH BARAT – Dua orang nelayan asal Kabupaten Aceh Barat hingga Minggu siang masih dinyatakan hilang setelah kapal yang mereka gunakan untuk melaut, diterjang badai di perairan Kuala Tuha, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada Sabtu siang.

Ada pun dua orang nelayan yang dinyatakan hilang tersebut masing-masing Sarmizi (36) warga Desa Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat dan rekannya Wen (55) warga Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

“Saat ini kami masih memfokuskan pencarian kedua nelayan di areal sekitar dua mil dari lokasi awal kedua nelayan dilaporkan hilang,” kata Koordinator Basarnas Pos Meulaboh, Aceh Barat, Budi Darmawan, seperti dilansir Antara Minggu (4/10/2020).

Ia menjelaskan, sebelum diterjang badai pada Sabtu siang sekira Pukul 12.00 wib siang, korban berangkat melaut dengan bersama dua kapal nelayan lainnya dari Meulaboh, Aceh Barat.

Saat hendak kembali ke daratan, kapal nelayan yang ditumpangi oleh Sarmizi dan Wen ketika berada di perairan Kuala Tuha, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten  Nagan Raya, diterpa angin kencang.

Sehingga kapal dua nelayan ini terpisah dengan kapal nelayan lainnya di posisi sekitar 15 mil arah selatan di seputaran wilayah Kuala Tuha dan Kuala Tadu, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

“Hingga Minggu siang, kami belum berhasil menemukan dua orang nelayan ini, keduanya juga belum bisa dihubungi karena komunikasi masih terputus,” kata Budi Darmawan menambahkan.

Ia juga menuturkan, proses mencarian dua nelayan asal Aceh Barat tersebut masih terus berupaya dilakukan dengan melibatkan personel Basarnas Pos Meulaboh, BPBD Aceh Barat, TNI, Polri serta masyarakat nelayan. (*)