Kampung Pertik Musara, Verifikasi ProKlim Lewat Virtual

Gayo lues yang merupakan wilayah yang berdekatan dengan hutan khususnya wilayah KEL dan TNGL terus mengikuti Kegiatan Proklim setiap tahunnya
Kampung Pertik Musara, Verifikasi ProKlim Lewat Virtual
Kampung Pertik Musara, Verifikasi ProKlim Lewat Virtual

ACEHSATU.COM | Blangkejeren – Kampung Pertik Musara, Verifikasi ProKlim Lewat Virtual.

Ketua Proklim Kampung Pertik Musara laksanakan Pemaparan verifikasi dihadapan tim verifikator Kementerian Lingkungan Hidup melalui Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim di Ruang Kerja Bupati Gayo Lues, Pada Kamis, (4/8/2022). Pukul 14. 00 WIB.

Dalam Verifikasi Kampung Proklim Tingkat Utama Nasional tersebut di hadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Irwansyah, Kadis Lingkungan Hidup Kasimuddin, serta Kabid di Dinas Lingkungan Hidup, Pengulu Kampung Pertik Zainal Abidin, Ketua Proklim Kampung Pertik, Arifin dan pendamping proklim.

Dalam acara yang di selenggarakan via virtual tersebut tim verifikator dari PPI sumatra Kartika Puspita Sari dan BPP1 KLH wil, Munaka.

Asisten II Irwansyah dalam sambutanya mengatakan, Gayo lues yang merupakan wilayah yang berdekatan dengan hutan khususnya wilayah KEL dan TNGL terus mengikuti Kegiatan Proklim setiap tahunnya,

Hal itu sebagai bentuk kepedulian Pemerintah terhadap perubahan Iklim sebutnya, dan Alhamdulillah pada tahun 2022 ini Gayo Lues kembali meloloskan 5 Desa di verifikasi utama, meskipun kami memilik anggaran yang terbatas sebut Irwansyah.

Sementara itu, Ketua Proklim kampung Pertik Musara, Arifin Menyampaikan dalam paparannya, Kampung Pertik memiliki luas 2900 Hektar, terdiri Hutan, Perkebunan rakyat, sawah dan Pemukiman.

Dan saat ini dihuni oleh masyarakat sekitar 801 jiwa dan 236 Kepala Keluarga. dari jumalah tersebut sebanyak 95 Kepala keluarga berpenghasilan dari sektor pertanian, dan kemanfaatkan hasil alam non kayu sebutnya.

Meskipun kampung Pertik di keliling oleh hutan yang berbatasan langsung dengan KEL Penyangga TNGL,

masyarakat menerapkan Agroporesti menanam tanaman buah yang bernilai ekonomis seperti tanaman keras, diantaranya Durian, Kemiri, Kakau, jering, Petei, Manggis dan Pinang yang tumbuh secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia jelas Arifin.

Sementara Pengulu Kampung Pertik, Zainal Abidin, kampung pertik di aliri oleh dua aliran sungai yang pertama sungai Besar (Krueng raya) dan waeh kulit yang mengalir membelah desa pertik,

Sungai waeh kulit merupakan sangat sentral kebutuhannya selain sumber mata air warga dan mengairi areal persawahan dan kolam sebutnya dan menjaganya masyarakat berbasis lokal sebutnya.

Kemudian acara dilanjutkan tentang sisi tanya jawab, terkait Adaptasi, Mitigasi, dan kelembagaan dengan santai Penghulu pertik menjawab semua pertanyaan yang di ajukan tim verifikator tersebut.

Ketua ProKlim Kampung Pertik musara, Aripin pasca persentasi mengatakan pada media ini, Jumat 05 Agustus.

Alhamdulilah verifikasi kita berjalan lancar meskipun kita persentasinya di Gayo lues sebutnya. Semoga kampung Pertik dalam event proklim ini berhasil mendapat tropy ujarnya.

Pantau media ini, warga Pertik dan Perangkat desa Pertik terlihat sangat antusias mengikut verifikasi ini meskipun dengan jaringan seadanya dan menggunakan ponsel di kantor Pengulu desa setempat jalan Pining Lokop Aceh Timur.

Sebagai imformasi tambahan, Verifikasi utama di ikuti 414 Desa di Indonesia, 14 di antaranya dari Provinsi Aceh, dan 5 Desa di Gayo lues. Dimana Pengumunan di perkirakan bulan September.