Banda Aceh

Kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan di Aceh Serta Palestina, Ratusan Peserta Longmarch Penuhi Simpang Lima

Aksi bertujuan mengugah kesadaran kritis semua pihak di Aceh.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Seraturan peserta longmarch adakan aksi kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Perempuan (16 HAKTP)  di Aceh serta Palestina di lokasi Simpang Lima Kota Banda Aceh, Minggu (10/12/2017).

Kaum muda dari berbagai unsur profesi mewakili organisasi perempuan yang tergabung dalam aksi gerak bersama kampanye 16 HAKTP  khususnya di Aceh dan Palestina. Aksi damai tersebut berlangsung sejak pagi dalam suasana tertib dikawal puluhan pihak keamanan.

Longmarch sudah dilaksanakan dari depan Mesjid Raya Baiturrahman menuju Simpang Lima dengan membawa spanduk yang berisikan himbauan penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Aceh dan dukungan terhadap Palesina disertai dengan orasi dan yel-yel “Stop kekerasan terhadap perempuan, dan save Palestina”.

Ketua Pusat pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh, Amrina Habibie selaku koordinator aksi saat ditemui ACEHSATU.COM menjelaskan “Aksi bertujuan mengugah kesadaran kritis semua pihak di Aceh bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM dan bertentangan dengan nilai-nilai ke-Islaman dan kearifan lokal di Aceh,” paparnya.

Harapannya semua pihak dapat lebih serius melakukan berbagai upaya kongkrit untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan di Aceh. 

Hal ini berdasarkan pada pendataan Pusat Pelayanan Terpadu dan Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Aceh sepanjang tahun 2016 sampai dengan 2017 menangani 704 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh.

Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencapai 487 kasus di seluruh Aceh. Peningkatan jumlah kasus kekerasan diiringi dengan semakin beragamnya modus operandi dan pihak-pihak yang terlibat. Untuk menangani persoalan ini dibutuhkan dukungan semua pihak mulai dari keluarga dan masyarakat.

Aksi juga bermaksud mendorong dukungan kepada Palestina yang saat ini sedang bergejolak, berbagai elemen patut mendorong untuk mempengaruhi kebijakan di tingkat internasional.

Aksi diisi juga dengan rangkaian kegiatan berupa orasi dan pembacaan puisi dukungan terhadap penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan di Aceh, dan pemenuhan hak-hak perempuan korban oleh Syarifah Munirah, Anggota DPRK Banda Aceh.

Pada waktu yang sama juga dibagikan lembaran informasi tentang aksi 16 HAKTP dan hak hak perempuan, stiker, serta alat kampanye lainnya.

Aksi 16 HAKTP turut dihadiri Nevi Ariyani SE Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati selaku Ketua Perempuan Lumbung Informasi Rakyat Aceh (P-LIRA) Aceh, Ibu Wakil Gubernur Aceh, anggota legislatif perempuan, perwakilan pimpinan kelompok dan organisasi perempuan, perwakilan tokoh agama, penggiat LSM perempuan, jurnalis perempuan, politisi perempuan, Ibu rumah tangga, dan berbagai tokoh strategis perempuan lintas profesi dan level.

Selain itu orasi juga disampaikan oleh perwakilan kelompok muda dari Forum Anak Tanah Rencong (FATAR), Korps HMI Wati (KOHATI), dan Perwakilan kelompok disabilitas. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top