oleh

KAMMI ACEH: APBA Macet, Rakyat Aceh Mencret

-Komunitas-48 views

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menyesalkan dan menyikapi terkait perihal polemik yang terjadi selama ini di Aceh, Hal tersebut disampaikan oleh Tuanku Muhammad selaku Ketua PW KAMMI Provinsi Aceh. Jum’at (31/3/2017).

Dalam kenyataanya Tuanku Muhammad menyesalkan kebijakan pergantian pejabat yang dilakukan oleh Gubernur Aceh dinilai kontroversial dan menyalahi peraturan perundang-undangan.

Akibatnya tidak ada kepastian yang jelas siapa kepala dinas yang benar-benar sah di mata hukum dan boleh mencairkan APBA tahun 2017.

Sehingga sekarang pencairan APBA macet dan berimbas pada terlambatnya proses pembangunan Aceh. Ujar Tuanku Muahmmad

Tuanku Muhammad menilai bahwa berbagai permasalahan di Pemerintahan saat ini pihak yang dirugikan ialah masyarakat.

“Rakyat Aceh yang seharusnya sudah bisa merasakan pembangunan Aceh melalui 14, 7 T APBA tahun 2017 Namun hingga sekarang mereka hanya bisa menonton pertarungan kalangan elit pemerintahan Aceh dengan DPRA dan kemendagri”

Menurut Muhammad, Macetnya pencairan APBA tidak juga hanya berimbas pada pembangunan yang tertunda tapi juga perekonomian masyarakat Aceh yang kianmelesu.

“Terhambatnya APBA maka akan membuat perputaran uang dan perekonomian Aceh terasa melemah”. Pungkas Muhammad.

Jangan sampai seperti pepatah mengatakan “Mulut yang makan Pantat yang Mencret” artinya pemerintah Aceh yang bertengkar Rakyat yang menanggung penderitaan. Tambah Muhammad.

Rakyat yang selama ini bekerja dalam proses pembangunan Aceh harus duduk terdiam karena tidak ada proyek pembangunan yang bisa dilakukan.

Ditempat terpisah Ketua Bidang Kebijakan Publik Ridho Rinaldi KAMMI Aceh juga menegaskan bahwa polemik SKPA Aceh harus segera diselesaikan agar APBA bisa segera dicairkan dengan normal.

Jangan sampai rakyat marah dengan sikap ketidakdewasaan yang ditampilkan oleh pada elitis Aceh. Mari mengalah demi Rakyat Aceh, sudah cukup banyak rakyat Aceh yang gila dan jangan sampai karena polemik ini Aceh akan semakin menjadi provinsi Orang gila terbanyak di Indonesia. Terang Ridho.

Pada akhirnya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh mengharapkan polemik ini dapat segera diselesaikan agar APBA tahun 2017 dapat segera dicairkan dan tanpa dualisme pemegang kuasa anggaran. Jangan sampai APBA Macet dan rakyat Aceh yang Mencret.

Komentar

Indeks Berita