oleh

Kala Ahok dalam Bayang-bayang Kebencian Komunitas Pecinta Sang Mantan

Kala Ahok dalam Bayang-bayang Kebencian Komunitas Pecinta Sang Mantan

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta yang pernah tersandung kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melaporkan kasus pencemaran nama baiknya ke Polda Metro Jaya. Dalam laporannya, Ahok mengadukan dua buah akun di media sosial instagram.

Komisaris Pertamina itu memutuskan melapor ke polisi setelah dalam waktu lama memantau kedua akun tersebut. Hal itu dilakukan lantaran kesal dengan tindakan pemilik akun yang mencemarkan nama baiknya.

Diketahui, kedua pelaku yang dilaporkan Ahok kini telah diamankan pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan polisi, pelaku yang diduga mencemarkan nama baik Ahok dan istrinya, Puput Nastiti Devi justeru tergabung dalam komunitas penggemar mantan istri Ahok, Veronica Tan dengan nama Veronica Lovers.

Polisi menyebut salah satu pelaku yang berinisial EJ (47) merupakan ketua komunitas pecinta atau penggemar mantan istri Ahok, Veronica Tan.

“Semuanya (berasal dari komunitas Veronica Lovers) perempuan. EJ ini ketua komunitas Veronica Lovers. Mereka ini bermain di medsos. EJ itu admin grup Veronica Lovers, makanya dia ketuanya sekaligus admin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Kuasa hukum Ahok, Achmad Ramzy kepada wartawan, Kamis (30/7/2020), mengatakan dua akun yang dilaporkan yakni @an7a_s679 dan @ito.kurnia.

“Ya dua akun itu yang dilaporkan,” katanya.

Menurut pengacara Ahok itu, kliennya telah lama memantau kedua akun tersebut. Dan saat ini memutuskan untuk melapor ke Polisi lantaran sudah kesal dengan pencemaran nama baik yang terus dilakukan terlapor.

“Sudah lama dipantau (Basuki). Sekitar satu tahun ini. Bukti yang dibawa untuk membuat laporan screenshoot akun tersebut,” sambungnya.

Melansir merdeka.com, pengacara Ahok, Ahmad Ramzy juga membeberkan perihal kasus yang dialami kliennya tersebut. Menurutnya, pelaku melakukan pencemaran nama baik melalui media sosial Instagram dan menghina keluarga Ahok.

“Membandingkan binatang dengan istrinya dan anaknya, itu juga ada kata-kata juga ada kalimat dan gambar. Jadi pencemaran nama baik seperti itu. (Membandingkan Ahok dan keluarganya dengan binatang) Salah satunya itu, salah satunya,” katanya

“Kera,” sambungnya saat ditanyakan binatang apa yang dibandingkan pelaku.

Lebih lanjut Ramzy mengungkapkan, pelaku memposting hal tersebut dan tag Ahok juga keluarganya. Di mana kejadian terjadi pada 2019 lalu.

“Kejadian sudah lama, cuma kita buat laporan tanggal 17 Mei, sudah lama kejadian nya dan hari ini alhamdulillah sudah ketangkap pelakunya. Dua orang, dua akun, dua pelaku tapi yang satu di Medan perjalanan ke Jakarta. Kejadian sejak lama sudah lama. Ya sebelum awal tahun dan sebelum akhir tahun, setahun lah. Kan banyak akun-akun gini,” bebernya.

Perihal kenapa baru dilapor pada 17 Mei 2020? Ramzy menjelaskan, Ahok dan keluarganya saat itu masih sabar hingga akhirnya perbuatan pelaku tak bisa dibiarkan. “Ya alasan sudah keterlaluan jadi lapor ke polisi. (Rembug sama keluarga) Iya,” katanya. (*)

Indeks Berita