Kakek Halim Tewas Usai Teriakan Maling, Apa Pesan Polisi?

Hal itu karena massa tersulut emosi akibat teriakan maling.
Mona Heidari tewas dipenggal suami
ILUSTRASI - Tragis Mona Heidari, Wanita Iran yang Tewas Dipenggal Suami, Kepalanya Diarak. | Foto: Istockphoto/Sestovic

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Bermula dari insiden mobil Toyota Rush diduga menyenggol sebuah motor, Wiyanto Halim (89), sang pengemudi mobil lantas dikeroyok massa hingga tewas. Hal itu karena massa tersulut emosi akibat teriakan maling.

Peristiwa yang terjadi di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (23/1) dini hari itu kini tengah didalami pihak kepolisian.

Kasus ini hendaklah menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing melakukan aksi main hakim sendiri hanya karena teriakan ‘maling’.

“Ya memang kejadian Kakek Halim dikeroyok sampai tewas ini membuat kita prihatin. Masyarakat sebaiknya jangan mudah terprovokasi oleh ajakan yang belum diyakini kebenarannya. Jangan main hakim sendiri,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dikutip dari detikcom, Sabtu (29/1/2022).

BACA JUGA: Jejak Tikus Kloset MCK Bun Bun Indah 

Zulpan mengimbau masyarakat melapor polisi jika mengetahui adanya suatu tindak pidana. Percayakan proses hukum kepada polisi.

“Laporkan kepada polisi apabila mengetahui adanya pelanggaran hukum yang diketahui oleh masyarakat. Percayakan penegakan hukum kepada polisi,” ujarnya.

Menurut Zulpan, membantu orang lain mencegah pelaku kejahatan memang tidak ada salahnya. Namun masyarakat diimbau tidak main hakim sendiri.

“Artinya, jangan main hakim sendiri sebelum tahu kebenarannya. Kalau menemukan kasus seperti itu, langsung lapor polisi, panggil aparat RT-RW. Jangan kemudian langsung menghakimi dan melakukan pengeroyokan yang menimbulkan pidana baru,” jelasnya.

Tewas Dikeroyok Karena Teriakan Maling

Seperti diketahui, Wiyanto Halim tewas setelah diteriaki ‘maling’. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (23/1) dini hari itu berawal ketika mobil yang dikendarai Wiyanto diduga menyenggol motor.

“Ini diawali adanya serempetan dari salah satu motor. Di antara 14 orang yang diperiksa, ada satu yang motornya diserempet dan kemudian dia melakukan provokasi dengan teriakan maling,” jelas Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/1).

Zulpan mengatakan pemilik motor yang tersenggol oleh mobil korban ini kemudian meneriaki korban maling. Hal inilah yang kemudian membuat warga beramai-ramai mengejar korban.

“Pemilik motor yang kesenggol tersebut mengakui memprovokasi dengan teriakan maling sehingga mengakibatkan orang-orang di sekitar berempati dan mengejar secara beramai-ramai dengan menggunakan motor terhadap pengemudi Toyota Rush tersebut,” tuturnya.

Polisi telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus itu. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. (*)