Kadis Syariat Islam Langsa: Alhamdulillah, Warga Mulai Merasa Malu Berpakaian Ketat

ACEHSATU.COM | LANGSA – Penerapan Syariat Islam di Kota Langsa berjalan seperti yang diharapkan bersama. Realisasi visi  dan misi pasangan Walikota/Wakil Walikota Usman Abdullah dan Marzuki Hamid “Mewujudkan Kota Langsa yang berperadaban dan Islami” terimplementasi dengan baik dan nyata.

Salah satunya, dalam penerapan Syariat Islam. Menurunnya bentuk pelanggaran qanun nomor 11 Tahun 2002 pasal 13 tentang Berbusana Islami di Kota Langsa.

“Alhamdulillah, masyarakat mulai malu untuk berpakaian ketat dan tidak Islami,” ujar Kadis Syariat Islam Kota Langsa Aji Asmanuddin, S.Ag. MA pada ACEHSATU.COM, di sela kegiatan penerapan Qanun 11/2002 pasal 13 di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, Gampong Baroh Langsa, Jum’at (6/2/2020).

Ia juga menjelaskan, ketika berlangsungnya pelaksanaan kegiatan razia busana tidak Islami yang dilakukan Dinas Syariat Islam dan WH Kota Langsa.

Petugas dilapangan menemukan hanya segelintir pelanggar Syariat yaitu beberapa orang ABG berpakaian ketat.

Itupun kata Aji Asmanuddin, oleh petugas setelah dinasehati dan menandatangani perjanjian tidak akan mengulangi lagi pelanggaran yang sama.

“Setelah kita nasehati, selanjutnya mereka (pelanggar) diingatkan untuk tidak lagi berpakaian ketat,” ujarnya.

Selain itu, Aji Asmanuddin juga menyampaikan dalam upaya penegakan Syariat Islam di Kota Langsa Ia telah memerintah Wilayatul Hisbah (WH)  untuk melakukan patroli rutin baik pada siang maupun malam hari.

“Langkah itu kita lakukan bertujuan untuk menyempitkan ruang gerak pelaku pelanggar Syariat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran Syariat dan siapapun pelakunya.

“Bila terbukti pasti akan ditindak tegas,” kata Aji Asmanuddin.

Pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Langsa untuk dapat bekerjasama serta bersama sama menjaga dan menegakan Syariat Islam di kota yang kita cintai ini, demikian Kadis Syariat Islam Kota Langsa Aji Asmanuddin, S.Ag. MA. (*)