Kadis Peternakan Aceh Sebut Sapi Indukan Tidak Boleh Gemuk, Benarkah?

Kadis Peternakan Aceh Sebut Sapi Indukan Tidak Boleh Gemuk, Benarkah?

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Polemik ratusan sapi kurus milik Pemerintah Aceh yang diurus Dinas Peternakan Aceh melalui UPTD IBI Saree masih terus bergulir hingga hari ini.

Diberitakan sebelumnya, ratusan ekor sapi di unit kerja yang berada di bawah Dinas Peternakan Aceh itu, ditemukan dalam kondisi sekarat, tidak cukup makanan dan jauh dari kesan terawat.

Dirangkum dari sejumlah fakta diungkap banyak pihak, di lokasi pembiakan sapi yang berjumlah sekitar 480 ekor tersebut, justru tidak tersedia sumber makanan.

Pakan konsentrat yang semestinya ada, karena Pemerintah Aceh saban tahun telah memplot dana pengadaanya, juga tak ditemukan.

Beragam spekulasi muncul yang menduga adanya indikasi penyimpangan anggaran miliaran rupiah pada program pembiakan sapi tersebut. Penegak hukum pun diminta tak mendiamkan.

Namun terlepas dari fakta tersebut, ada hal menarik terkait penjelasan yang diungkap kepala dinas Peternakan Aceh, Rahmandi saat berkunjung ke UPTD IBI Saree beberapa waktu lalu.

Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten Aceh Tengah ini punya alasan tersendiri terkait temuan ratusan sapi dalam kondisi kurus seperti tak terurus itu.

Dalam keterangan tertulis yang disebarkan Biro Humas Pemerintah Aceh, Sabtu (5/6/2020), Rahmandi menyebut sapi betina indukan akan bermasalah jika tidak kurus.

“Jika kita lihat secara fisik, sapi betina ini juga kurus. Jadi, tidak semua sapi kurus itu bermasalah. Sapi-sapi betina indukan justru bermasalah bila kegemukan,” kata Rahmandi.

Keterangan sang Kadis  juga turut dibenarkan salah staf pengajar Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree, Nurlaila Wati.

Nurlaila yang juga bekerja di UPTD Saree dengan status diperbantukan itu menjelaskan, sapi betina indukan yang sedang dalam proses kehamilan berat tubuhnya harus ideal dan dijaga.

“Sapi betina indukan yang sedang dalam proses kehamilan, baik secara alami maupun inseminasi buatan memang tidak boleh gemuk, agar proses pembuahan tidak terganggu,” ujarnya.

Atas penjelasan itu, Tim ACEHSATU.COM lalu mencoba mencari informasi pembanding.

Berdasarkan sebuah artikel yang ditulis di laman Sapi Bagus didapatkan penjelasan bahwa kesuburan sapi betina sebenarnya dipengaruhi banyak faktor.

“Salah satu yang bisa dilakukan oleh peternak sendiri dalam meningkatkan produktifitas sapi adalah dengan cara peningkatan kualitas pakan dan kesehatan sapi serta pengelolaan reproduksi sapi yang baik,” tulis artikel sapibagus.com  dikutip ACEHSATU.COM, Selasa (9/6/2020).

Dalam artikel berbeda, Tim ACEHSATU.COM juga menemukan penjelasan bahwa kondisi sapi betina yang produktif adalah yang dalam keadaan sedang-sedang saja. Tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk.

Berbeda dengan penjelasan Rahmandi dan Nurlaila Wati, artikel itu juga menyebut, sapi yang kekurangan nutrisi terlalu lama bisa menyebabkan masalah ditingkat hormonal.

“Pada tahap lebih lanjut, justru akan berakibat ketidaknormalan pada organ reproduksinya.” (*)