oleh

Kabinet Indonesia Malu

ACEHSATU.COM – Duaaar! Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diberitakan marah besar saat melakukan rapat terbatas kabinet Indonesia Maju membahas Percepatan Penanganan Dampak Pandemi C19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (29/06/2020).

Kemarahan Jokowi ditengarai oleh sebab para pembantunya gagal mengatasi pandemi C19.

Akibatnya hingga hari ini jumlah penduduk yang positif terinfeksi virus China terjadi lonjakan luar biasa. Secara ASEAN Indonesia berada di peringkat pertama tertinggi.

Latar belakang itulah yang membuat Jokowi pitam. Presiden besutan Megawati itu panik menghadapi kenyataan maha berat tersebut.

Jokowi kehilangan kesabaran melihat anak buahnya asyik santai dalam bekerja. Padahal menurut Jokowi Indonesia sedang dihadapkan pada situasi genting.

Presiden mengisyaratkan jika negara yang berpenduduk lebih kurang 271 juta jiwa ini tengah berada dalam kondisi krisis.

Karena itu dia meminta para menterinya untuk bekerja extraordinary. Ini situasi tidak normal.

“Jangan dikira ini normal. Ini tidak normal”, ucap Jokowi dengan nada tinggi, seperti nampak pada video yang dirilis pihak istana.

Fenomena marah-marah sang penguasa memang agak mencengangkan.

Pasalnya presiden adalah pemegang kekuasaan tertinggi di republik Pancasila. Artinya mengapa dia tidak menggunakan kekuasaan tersebut untuk mencapai hasil yang lebih besar untuk rakyatnya.

Presiden marah-marah, rakyat dapat apa? Tidak ada kan? Yang ada hanyalah membuat para menteri merasa dipermalukan.

Rakyat tidak butuh mempermalukan siapapun. Karena yang dibutuhkan rakyat adalah kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan. Itu saja.

Jangan sampai nama kabinet berubah menjadi kabinet Indonesia malu.

Malu karena tidak mampu mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi.

Malu karena memperlihatkan tidak miliki kemampuan kerja keras.

Malu karena dikatakan menteri kapasitas payah. Bahkan nilainya di bawah 6.

Malu karena para menteri tidak mampu dikendalikan oleh presiden.

Malu karena menteri tidak becus bekerja padahal sudah diberikan gaji dan tunjangan besar serta berbagai fasilitas VIP.

Malu karena dengan utang negara yang begitu menggunung namun justru menjeremuskan negara ini dalam situasi krisis lebih dalam.

Malu karena bermacam kartu sakti ternyata tidak manjur untuk mengatasi masalah yang dihadapi rakyat.

Malu karena dituding oleh rakyat menteri Jokowi tidak mampu menegakkan hukum dan keadilan.

Malu karena menteri bidang ekonomi gagal mengatasi krisis ekonomi.

Dan masih banyak lagi yang mungkin bisa bikin anggota kabinet malu. Semua bermula dari aksi marah-marah presiden.

Bahkan bisa jadi ada menteri yang malu karena video marah-marah itu baru dipublikasi 10 hari sejak diproduksi.

Begitulah, kita harus punya perasaan yang sama dalam mengatasi situasi sulit ini. Sesuai dengan harapan presiden.

Jangan ada dusta diantara kita. Presiden dan menteri juga harus punya rasa yang sama dengan rakyat.

Bila hal itu terhubung maka betapa pun hebatnya krisis yang menerpa negara kita. Insya Allah bisa kita atasi bersama.

Sebaliknya, pecah belah, diskriminasi, dan tidak adil justru dikuatirkan akan menjadi semakin berat beban yang dipikul oleh rakyat.

Yang pada gilirannya membuat situasi semakin sulit dan genting. (*)

Indeks Berita