Kabid Anggaran DPKAD Tamiang : Pemangkasan Honor PDPK Opsi Terakhir

Pemotongan atau pengurangan honorium tenaga tenaga honorer atau Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) tahun 2022 merupakan opsi terakhir yang dilakukan Pemkab Tamiang untuk menutupi kekurangan anggaran APBK tahun 2021 setelah beberapa pos anggaran lainnya juga dikurangi dan dihilangkan sama sekali.
tenaga pdpk aceh tamiang
Ilustrasi : Tenaga PDPK Aceh Tamiang/ist

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG Pemangkasan atau pengurangan honorium tenaga tenaga honorer atau Pegawai Dengan Perjanjian Kerja (PDPK) tahun 2022 merupakan opsi terakhir yang dilakukan Pemkab Tamiang untuk menutupi kekurangan anggaran APBK tahun 2021 setelah beberapa pos anggaran lainnya juga dikurangi dan dihilangkan sama sekali.

Kabid Anggaran DPKAD Aceh Tamiang, Muhammad Ridwan SE kepada acehsatu.com, Selasa (30/12/2021) mengatakan, rancangan anggaran APBK Aceh Tamiang sekitar Rp 1,2 triliun terkesan besar padahal isinya kecil karena nilai tersebut merupakan total dari beberap sumber anggaran DAK, DAU dan Otsus.

Aggaran tersebut lanjut Ridwan,  yang besar bersumber DAK dan Otsus yang sudah ada atauran penggunannya sementara yang bersumber dari DAU didalamnya ada plot gaji ASN, Dana Desa dan plot anggaran wajib lainnya.

Karena dampak pandemi yang juga berdampak terhdap ekonomi, transper Dana DAU dari pusat tahun 2021 juga tidak bertambah .  

pdpk aceh tamiang
Ilustrasi : Tenaga PDPK Aceh Tamiang/ist

“Jadi yang bisa dikotak katok dari DAU tersebut tidak sampai Rp 70 miliar termasuk didalamnya untuk peruntukan honor PDPK, operasional dinas dan sebagian plot aspirasi dewan,” ujar Ridwan dan menambahkan termasuk PAD didalamnya.

Sementara PAD Aceh Tamiang juga kecil, hanya sekitar Rp 17 miliar sehingga tahun 2021 itidak ada proyek yang dilaksanakan bersumber dari PAD, semua proyek bersumber dari DAK dan Otsus.

Dijelaskan Ridwan untuk mencukupi APBD Tamiang tahun 2021 bukan saja honor PDPK yang dikurangi, sebelumnya juga sudah dikurangi tunjangan prestasi kerja ASN besarannya sekitar 15-25 persen.

“Paling kecil TPP ASN sekitar Rp 800 ribu dikurangi 15 persen itulah yang mereka terima sebulan,” lanjut Ridwan lagi

Sementara uang makan minum Rp 5000/hari sama sekali dihilangkan , jadi tahun 2021 ASN Tamiang juga tidak ada lagi uang makan minum.

“Pengurangan honor tenaga PDPK merupakan opsi terakhir setelah pos anggaran lainnya dikurangi dan dihilangkan,” pungkas Kabid Anggaran DPKAD Aceh Tamiang, Muhammad Ridwan. (*)