Nasional

Kabar Menghebohkan, Ternyata Lokasi Jatuh Lion Air Kuburan Harta Karun Peninggalan VOC

Sebaran kapal tenggelam tersebut umumnya membawa komoditi dan barang dari Cina, ‎Asia Barat dan Eropa, seperti Belanda (VOC), Inggris, hingga Spanyol.

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Perairan lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 di Karawang, ternyata adalah kuburan harta karun VOC.

abar yang sedikit melegakan atas tragedi pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 muncul.

Kotak hitam atau black box pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, ditemukan.

Kompas TV melaporkan, black box pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB, oleh anggota tim penyelam TNI AL, Sertu Marinir Hendra Saputra, di kedalaman sekitar 30 meter.

Penampakan kotak hitam (black box) pesawat Lion Air PK-LQP JT 610.
Penampakan kotak hitam (black box) pesawat Lion Air PK-LQP JT 610. (KOMPAS TV)

Sebelumnya diberitakan, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak pada Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat yang membawa sekitar 189 penumpang dan kru ini lalu dipastikan jatuh, sekitar 13 menit setelah take off.

Berdasarkan laporan yang diterima Tribunnews.com, kontak terakhir pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang pada pukul 06.33 WIB, dengan JATC.

Pesawat dijadwalkan berangkat pada pukul 06.10 WIB dari Bandara Soekarno Hatta dan akan tiba di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang pada pukul 07.20 WIB.

Dilansir dari tayangan Breaking News Kompas TV pada Senin (29/10/2018), Pesawat Lion Air JT 610 ini lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan normal.

Namun, tidak lama kemudian, pilot Pesawat Lion Air JT 610 kembali menghubungi ke menara pengawas dan meminta kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Sang pilot sempat mengungkapkan alasannya untuk meminta kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Dikatakan, pilot tersebut mendeteksi adanya permasalahan teknis dalam pesawat.

Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut, kendala teknis apa yang dialami oleh pilot pesawat Lion Air JT 610 saat itu.

Setelah mendapat arahan dari menara pengawas atau ATC, beberapa menit kemudian pesawat Lion Air JT 610 menghubungi menara pengawas yang ada di Bandara Halim Perdanakusuma.

Inilah kontak terakhir antara pesawat Lion Air JT 610 dengan pihak ATC yang ada di Bandara Halim Perdanakusuma.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sindu Rahayu menuturkan, pesawat Lion Air JT 610 membawa sejumlah 181 penumpang, dengan rincian 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua penumpang bayi.

“Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua pilot dan lima FA (flight attendant),” ujar Sindu melalui keterangan tertulisnya pada Senin (29/10/2018).

Nah, baru-baru ini, ada fakta baru terkait lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610, di perairan Tanjung Karawang.

Dilansir TribunJatim.com dari Tribun Jabar, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 ternyata berada tepat di kawasan kuburan kapal-kapal karam berusia ratusan tahun yang membawa muatan cagar budaya.

Tidak hanya kapal-kapal berusia ratusan tahun, bahkan kapal-kapal yang tenggelam era modern pun karam di perairan tersebut. ‎

Di beberapa titik perairan, sempat ada penemuan benda-benda cagar budaya tersebut.

Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Perikanan, Sari Nurmiasih, via ponselnya, Kamis (1/11/2018) kemarin.

“Salah satu yang sempat ada penemuan benda cagar budaya itu di perairan Cilamaya.”

“Saat itu warga menemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan kongsi dagang pemerintah kolonial, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), guci-guci peninggalan China, hingga jangkar berusia ratusan tahun.”

Keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan‎ (KKP) tahun 2017 menyebutkan, benda-benda cagar budaya adalah barang muatan kapal karam (BMKT) yang tersebar di 463 titik perairan Indonesia.

Mulai dari Kepulauan Riau, Selat Karimata, perairan Bangka Belitung, hingga Laut Jawa.

Sebaran kapal tenggelam tersebut umumnya membawa komoditi dan barang dari Cina, ‎Asia Barat dan Eropa, seperti Belanda (VOC), Inggris, hingga Spanyol.

Dalam keterangan resminya itu, KKP menyebutkan, setiap lokasi BMKT memiliki sisi ekonomi bernilai antara 80 ribu-18 juta USD.

“Secara umum memang di Laut Jawa, termasuk perairan Karawang, merupakan satu kawasan BMKT.”

“Termasuk di kawasan perairan Tanjung Pakis (lokasi jatuhnya pesawat Lion Air) juga wilayah BMKT.”

“Cuma memang sejauh ini baru ditemukan di Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya,” tambah Sari Nurmiasih.

Jauh sebelum pemerintah pusat membuat sistem BMKT, Sari Nurmiasih mengatakan, warga di utara Karawang kerap menemukan benda-benda cagar budaya.

“Sebelum ada aturan seperti ini, dulu warga di utara Karawang kerap menemukan koin-koin emas VOC hingga benda-benda antik seperti potongan guci hingga keramik.”

“Semuanya dijual per kilo.”

“Padahal itu memiliki nilai tinggi,” tutur Sari Nurmiasih.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Karawang, Okih Hermawan menambahkan, sejumlah barang temuan warga di perairan Karawang tersebut, saat ini sudah diserahkan ke KKP.

“Untuk sementara di sana dulu karena di kami belum ada galeri untuk penyimpanan koleksi tersebut.”

“Nah, sekarang dalam tahapan untuk membangun galeri tersebut yang dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata Pemprov Jabar,” ujar Okih Hermawan.

Pernyataan-pernyataan itu jadi saling terkait dengan upaya pencarian pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 yang tenggelam di perairan Karawang, Senin (29/10/2018).

Pada pencarian hari ketiga, tim SAR mendeteksi benda mirip badan pesawat Lion Air.

Namun, saat dilakukan penyelaman, yang ditemukan justru sebuah kapal kayu yang karam hingga rangkanya yang sudah usang.

Informasi yang dihimpun Tribun Jabar, ‎pengangkatan BMKT sempat dilakukan di perairan Karawang pada 2008.

Pengangkatan BMKT tersebut dilakukan oleh PT Paradigma Sejahtera, di perairan Cirebon pada tahun 2004 hingga perairan Kabupaten Subang. (*)

Sumber http://jatim.tribunnews.com

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top