Berita Lainnya

Hukum

Politik

Bitata Food menjadi wakil UKM Aceh yang berhasil lolos menjadi finalis Demoday FoodStartup Indonesia 2021 yang diumumkan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi, di Jakarta, Senin, (28/6). Foto: Ratu Annisa for ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Bitata Food Indonesia sukses menempati ranking 10 besar dari 100 finalis UKM yang lolos Demoday Foodstartup Indonesia (FSI) 2021 Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia. Bitata Food Indonesia menjadi wakil UKM Aceh yang berhasil lolos berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi, di Jakarta, Senin, (28/6).

Manajemen Bitata Food melalui akun Instagramnya membuat caption ucapan terima kasih buat sahabat tata (sebutan costumer setia Bitata), yang selalu setia menemani dan mendukung setiap aktivitas Bitata.

“Terima kasih buat dukungan dan doa dari sahabat semua. Pada kesempatan ini Bitata Food akan mengikuti #foodstartupindonesia2021#” tulis akun bitatafood.

FoodStartup Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf RI dengan tujuan untuk peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif (ekraf) kuliner, telah memberikan banyak manfaat kepada pelaku ekonomi kreatif kuliner, khususnya dalam pemberian akses permodalan dan pemasaran untuk pertumbuhan bisnis.

Keripik kentang produksi Bitata Food Indonesia

Proses kurasi dan seleksi dilakukan untuk memilih yang terbaik dari berbagai macam usaha kuliner.

Pada tahun ini, proses kurasi selesai dilaksanakan pada tanggal 22 – 25 Juni 2021 yang melibatkan kurator dari berbagai bidang seperti investasi, finansial, dan lembaga pemerintahan.

Rilis pers yang diterima ACEHSATU.com, Direktur Akses Pembiayaan Deputi Bidang Industri dan Investasi, Hanifah Makarim mengatakan seleksi telah selesai dilaksanakan dan telah menetapkan 100 Finalis FSI yang berhasil masuk ke tahap berikutnya.

“Dari seluruh pendaftar pada tahun ini, kami memilih 1000 pelaku ekraf kuliner untuk diberikan fasilitas open access tools berupa video pembelajaran bisnis kuliner serta aplikasi kasir, dan aplikasi keuangan, yang diharapkan dapat bermanfaat untuk untuk meningkatkan kapasitas bisnis peserta terpilih.” ujar Hanifah Makarim.

“Kami juga melakukan kurasi dan memilih 100 besar peserta Food Startup Indonesia diantara 1000 peserta tersebut. 100 peserta inilah yang lolos untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu Demoday FoodStartup Indonesia 2021.” Tambahnya.

Ia pun mengucapkan selamat kepada 100 FoodStartup Indonesia terpilih, sampai jumpa pada Demoday FoodStartup Indonesia 2021 di Yogyakarta.

“Semoga apa yang kami lakukan akan membawa kebaikan dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.” tutur Makarim.(*)