Banda Aceh

Jubir Pemerintah Aceh Minta Dana Operasional Rp 1 Juta Sehari, Apa Kata Netizen?

Selain itu, hampir semua netizen di Aceh mempertanyakan kelayakan surat permintaan uang yang nilainnya terkesan sangat fantastis.

Foto | aceh.tribunnews.com

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Anda pasti masih sangat mengingat dua sosok yang sedang viral di media sosial. Mereka adalah Saifullah A Gani dan Wiratmadinata yang baru-baru ini dilantik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sebagai Juru Bicara Pemerintah Aceh.

Kedua sosok ini menjadi viral di media sosial facebook lantaran ada sebuah surat yang beredar. Isinya pun bikin geleng-geleng kepala.

Betapa tidak, surat itu berisi permintaan dua pejabat tersebut untuk memenuhi dana operasional mereka dalam satu hari. Tak tanggung-tanggung, uang operasional yang diminta Rp 1 juta per hari. Benarkah surat tersebut resmi dari mereka.

Sebuah akun Fahmi M Nasir mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Dalam tulisannya, Fahmi menyebut surat yang diterima melalui salah satu grup WA dan terjadi pro kontra membuat dia belum ingin berkomentar terlalu jauh.

“Saya belum berani berkomentar mengenai pantas tidaknya besaran dana serta fasilitas lain yang dimohon,” tulis Fahmi M Nasir.

Fahmi juga menyebut banyak kesalahan dalam redaksi surat tersebut.

Namun saya melihat sepertinya surat ini dibuat terburu-buru sehingga banyak terdapat kesalahan yang mengurangi kualitas surat itu sendiri.

Di antara kesilapan yang langsung bisa dideteksi adalah:

  1. Pada poin pertama, kata ‘penunjukan’ ditulis ‘penunjukkan’, padahal dalam KBBI kita tidak menemukan kata ‘penunjukkan’ seperti ditulis dalam surat itu. Susunan kalimat dalam poin pertama ini juga masih bisa diatur lebih baik lagi.
  2. Pada poin kedua, nama ‘Saifullah’ saking terburu-burunya malah ditulis ‘Saifulaah’.
  3. Pada poin ketiga, ada kata yang tertinggal setelah kata ‘maupun’. Saya rasa kata ‘tidak langsung’ merupakan kata yang tertinggal sehingga kalimatnya seharusnya ditulis ‘…menyampaikan informasi secara langsung maupun tidak langsung’.
  4. Poin kelima, kata ‘ucapkan’ malah ditulis ‘ucapakan’. Kemudian ada redaksi yang tertinggal dalam frasa ‘Demikian permohonan kami dengan harapan dapat terkabul hendaknya’. Mungkin lebih baik kalau ditulis ‘Demikianlah permohonan ini kami sampaikan dengan harapan dapat terkabul hendaknya’.
  5. Di judul lampiran ditulis ‘Daftar : Kebutuhan Operasional Dinas Juru Bicara Pemerintah Aceh Tahun 2018’. Saya tidak mengerti mengapa ada pemakaian tanda “: (titik dua) di antara “Daftar” dan “Kebutuhan”. Kemudian penulisan tanda baca titik dua juga harus diperbaiki. Kenapa ada spasi sebelum titik dua? Bukankah spasi itu setelah titik dua?
  6. Saya juga membaca bahwa Tablet PC akan digunakan untuk acara ‘takl show’. Acara apa itu? Mungkin yang dimaksud adalah ‘talk show’.

“Demikian sedikit komentar mengenai surat yang viral itu,” tutup Fahmi M Nasir.

Sementara akun lain seperti AK Jailani dan Nurdin Hasan justru mengkritisi dengan masif terhadap beredarnya surat tersebut.

“Biaya pertemuan membangun saling pengertian… (tanda emoji). Sijuta siuroe, hehehe,” tulis Nurdin Hasan.

“Masha Allah, Jubir Presiden Jokowi aja tidak demikian, memang tega kali Jubir Pemerintah Aceh ek sampe hate lagee nyan, rupanya ini yang terparah,” tulis akun AK Jailani.

Selain itu, hampir semua netizen di Aceh mempertanyakan kelayakan surat permintaan uang yang nilainya terkesan sangat fantastis.

Hingga berita ini diturunkan, ACEHSATU, belum mendapat konfirmasi dari kedua Jubir Pemerintah Aceh tersebut. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top