JPU Hadirkan Tiga Saksi Dalam Sidang Kematian Harimau Terjerat di Kawasan Aceh Timur

"Saya sering melihat adanya sekelompok orang di kawasan tempat matinya harimau. Bahkan seorang dari sekelompok itu membawa sling. Saya tidak bisa memastikan wajahnya apakah yang pernah saya lihat merupakan seorang dari terdakwa,"
Sidang kematian tiga harimau, JPU hadirkan tiga saksi
Tiga saksi mengucapkan sumpah pada persidangan kasus matinya tiga harimau di Pengadilan Negeri Idi, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (16/8/2022). ANTARA/Hayaturrahmah

ACEHSATU.COM | Aceh Timur – JPU hadirkan tiga saksi dalam Sidang kematian harimau terjerat di kawasan Aceh Timur.

Tiga saksi dalam kasus matinya tiga harimau sumatera di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Kabupaten Aceh Timur Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Aceh Timur menghadirkan

Sidang berlangsung secara virtual di PN Idi, Aceh Timur, Rabu, dengan majelis hakim diketuai Apriyanti didampingi Zaki Anwar dan Wahyu Diherpan masing-masing sebagai hakim anggota. 

Baca Juga : Tiga Harimau Mati Terjerat di Aceh Timur, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Sedangkan JPU, Muhammad Iqbal Zaqwan dan Cherry Arida. Adapun terdakwa yakni Juda Pasaribu bin Wabnes Pasaribu (38) dan Josep Meha bin Pinus Meha (56). Kedua terdakwa ikut didampingi penasehat hukumnya yaitu Candra.

Tiga saksi yang dihadirkan dalam persidangan yaitu Sanusi bin Abdullah dan M Adi Raja bin Ahmad dari pihak Forum Konservasi Lingkungan (FKL) dan saksi Kamaruddin bin Unaruddin dari PT Aloer Timur. 

Ketiga saksi di hadapan majelis hakim menjelaskan kronologis awal saat melihat adanya tiga harimau yang telah mati dengan kondisi kaki terjerat sling dalam HGU PT Aloer Timur di Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunarun, Aceh Timur pada April 2022.

Saat itu, kedua saksi yaitu Sanusi dan M Adi Raja sedang patroli di kawasan tersebut. Tiba-tiba terlihat adanya dua harimau yang sudah mati.

Bahkan selain melihat adanya harimau mati, juga menemukan sling atau tali baja di lokasi.

Begitu juga keterangan saksi Kamaruddin yang mengakui bahwa dirinya sering melihat kelompok pemburu yang sering berkeliaran di kawasan tersebut dengan membawa sling.  

“Saya sering melihat adanya sekelompok orang di kawasan tempat matinya harimau. Bahkan seorang dari sekelompok itu membawa sling.

Saya tidak bisa memastikan wajahnya apakah yang pernah saya lihat merupakan seorang dari terdakwa,” kata Kamaruddin.

Selain itu, saksi Kamaruddin juga mengatakan kepada majelis hakim sering melihat bangkai babi yang sudah mulai membusuk di daerah itu sebelum ditemukan tiga harimau yang mati itu.

Usai mendengar keterangan dari saksi, majelis hakim menutup sidang dan akan dilanjutkan Rabu (24/8) pekan depan.