Jenis Padi Tumbuh di Pesisir Aceh Diduga Sudah Punah Setelah Tsunami

Jenis Padi Tumbuh di Pesisir Aceh
Foto Net.

ACEHSATU.COM  Beragam jenis padi pernah tumbuh di Indonesia, dan salah satunya di pesisir Aceh. Namun, kini jenis padi itu sudah menjadi tanaman langka.

“Khusus untuk jenis padi saja, Indonesia pernah tercatat memiliki lebih dari 7.000 jenis padi. Sayangnya kini jadi tanaman langka,” ujar Helianti Hilman dari Javara dikutip detikfood, Sabtu (15/8/2020).

Jenis beras yang beredar di pasaran saja kini sudah terbilang banyak, padahal dulunya Indonesia jadi surga bagi ribuan tanaman padi.

“Sebelum tahun 60-an, Indonesia masih ada 7.000 jenis padi dan itu dengan ekologi dan geografi yang berbeda. Keberagaman beras ini bukan hanya dari sisi warna, nutrisi, rasa dan tekstur tapi juga dari lingkungan tumbuh,” jelas wanita yang akrab disapa Helianti ini.

Lebih lanjut, Helianti menjelaskan kalau ribuan jenis padi ini tumbuh di lingkungan yang beragam.

Kalau selama ini kebanyakan orang tahu padi tumbuh di sawah dan ladang, maka dahulu ada padi yang bisa tumbuh subur di pesisir pantai, di permukaan danau, rawa hingga padi yang tumbuh di bawah naungan pohon rimbun.

Helianti pernah melihat langsung betapa suburnya padi yang tumbuh di pesisir pantai di Aceh.

Jenis padi ini bisa hidup di tanah berpasir dan kuat terhadap air asin.

Sayangnya Helianti menduga jenis padi ini sudah punah setelah tragedi tsunami yang memporak-porandakan kawasan Aceh.

“Padi pantai yang di Aceh, feeling saya hilang setelah tsunami karena terakhir saya ke sana sudah nggak ada,” kata Helianti yang berkantor di Javara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Lain jenis dengan padi pantai yang ada di Aceh, di Kalimantan ada padi rawa pasang surut. Disebut demikian karena tanaman padi ini menyesuaikan dengan pasang surutnya air rawa.

Jenis Padi Tumbuh di Pesisir Aceh
Foto Net.

“Jadi kalau air sedang pasang, batang padinya meninggi, dia punya akar yang panjang. Sementara kalau surut, padi ini akan turun lagi.

Di Jawa pun demikian, Helianti pernah bertemu petani yang membudidayakan jenis padi yang tumbuh di bawah naungan pohon.

Padahal selama ini yang banyak diketahui adalah padi yang tumbuh dengan paparan sinar matahari langsung.

Lain halnya dengan di Sembalun, Lombok, di sini ada padi danau yang tumbuh di atas air dengan bantuan rakit.

Helianti menyebut padi ini mirip dengan konsep tanaman hidroponik yang belakangan ini sedang gencar dilakukan.

Belum selesai sampai di situ, Helianti juga menemukan padi yang tumbuh di sungai. Padi ini tumbuh di Tobelo, Halmahera Utara. Sementara di Papua ada padi yang bentuknya mirip ilalang.

Begitu banyaknya jenis padi asli Indonesia seharusnya bisa jadi tanaman yang dilestarikan. Sayangnya sejak revolusi hijau di zaman orde baru, jenis padi langka ini harus tersingkirkan.

“Pertanian orde baru ingin menggenjot swasembada pangan. Justru padi-padi ini dipinggirkan karena dianggap tidak produktif dan lama. Petani diminta menanam jenis padi baru,” ujar Helianti.

Kini, ribuan padi langka yang ada di Indonesia sudah sangat sulit ditemukan dan bahkan punah. Namun beberapa petani di desa masih menanam beberapa jenis padi langka meskipun hasilnya tidak banyak.

Lewat Javara, Helianti berhasil mengumpulkan dan memasarkan sekitar 40 jenis beras dari padi yang berbeda. Ia punya beragam koleksi beras daerah seperti andel abang, cempo hitam, saudah hingga menthik wangi. (*)