Jenazah Warga Langsa Korban Laka Lantas di Jakarta Dipulangkan, Sempat Dirawat Tiga Minggu di ICU RSCM

Pemulangan jenazah warga Aceh korban laka lantas di Jakarta
ILUSTRASI.

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Jenazah Masykur Islamy (24), warga asal Gampong Alue Pineung Timue, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, dipulangkan dari Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Almarhum menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Kamis subuh, akibat kecelakaan lalu-lintas. 

Biaya pemulangan jenazah warga Aceh yang kurang mampu itu sepenuhnya ditanggung menggunakan dana daerah.

“Kita akan selalu memfasilitasi pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal di Jakarta dan sekitar Jabodetabek. Karena ini merupakan bagian dari fardhu kifayah, jadi sebuah kewajiban,” kepala Badan Penghubungan Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal.

Jenazah Masykur dipulangkan dengan menggunakan pesawat Lion Air melalui Bandara Soekarno-Hatta. Pada hari itu juga jenazah tiba di Bandara Kualanamu, sekitar pukul 18.00 WIB.

“Jenazah dijemput oleh ambulans di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Karena lewat Medan lebih dekat ke kampungnya almarhum, di Langsa,” kata Almuniza. 

Sementara itu, Maimun, abang sepupu almarhum mengatakan, almarhum sebelum meninggal mengalami koma (tidak sadarkan diri) setelah kecelakaan lalu lintas sejak dua bulan yang lalu.

“Tabrakannya sesama sepeda motor di Jalan Daan Mogot, daerah Kalideres, sepulang kerja waktu malam,” kata Maimun. 

Dirawat di RS

Almarhum yang bekerja di toko kosmetik milik pamannya di Cipondoh, Tangerang, sempat dirawat di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, setelah kecelakaan.

“Seminggu setelah operasi di RS Mitra Keluarga, almarhum dipindahkan ke RSCM. Karena keluarga keterbatasan biaya,” katanya. 

Selama di RSCM, almarhum yang masih koma mendapat perawatan di ruang ICU sekitar tiga minggu. Dan sebelum menghembuskan nafas terakhir, sekitar dua minggu dia sempat dirawat di ruangan perawatan biasa.

“Hingga meninggal subuh tadi (Kamis pagi), almarhum masih koma,” kata Maimun. 

Menurut Maimun, almarhum yang sudah menetap di perantauan sejak dua tahun lalu, dan tinggal di rumah pamannya di Kota Bumi, Tangerang, sosoknya sangatlah pendiam.

“Tapi orang baik. Dia mau membantu, kalau ada yang memintanya,” katanya. 

Almarhum Masykur juga memiliki jiwa sosial yang baik, serta ramah terhadap orang lain kalau ada yang menyapanya. (*)