Budaya dan Seni

Jelang Pembukaan, Pelaksanaan PKA Aceh Timur Dikritisi

bebada99aaa9847746eea59472544575_MAcehsatu.com, IDI – Pusat Analisi Kajian Advokasi Rakyat Aceh (PAKAR-Aceh Timur) mengecam  Bupati Aceh Timur H. Hasballah M. Thaib terkait pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh Timur.

Hal itu disampaikan oleh direktur PAKAR Aceh Timur Teuku Oktaranda, S.H  dalam siaran persnya yang diterima redaksi acehsatu.com pada Minggu 22/11/15 malam.

Menurut aktivis PAKAR itu, belum pantas Pekan Kebudayaan Aceh Timur diselenggarakan, hal itu dikarenakan masih banyak hal-hal lain yang harus diutamakan dan mendesak untuk dilakukan oleh Pemerintah Aceh Timur.

Dirincikannya, pembangunan rumah kaum duafa, anak yatim dan pakir miskin yang semestinya diutamakan,  permasalahan itu hingga hari ini masih banyak yang belum tuntas, kemudian masih ada sejumlah anak yang putus sekolah dan masyarakat belum menempati rumah yg tidak layak huni serta masih banyak pengaguran ,ujar Okta putra asli Aceh Timur.

Hasil kajian pakar, adanya temuan terhadap penerima bantun rumah Duafa tidak tepat sasaran dan bukan yang berhak jika ditinjau dari kemaslahatan dan katagori mendesak, hal ini disinyalir ada oknum yang bermain dalam pembagian jatah.

Kemudian hampir semua desa di Aceh Timur banyak pemuda yang belum memiliki pekerjaan sehingga mereka terpengaruh dengan narkoba, ada yang mengkonsumsi dan mengedarkannya itu menjadi jalan pintas bagi sebagian  mereka yang menganggur  untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“ Nah,seharusnya Bupati Roky tidak mengutamakan pembagunan fisik saja serta mengadakan kegiatan-kegiatan perayaan  berlebihan yang banyak menghabiskan dana hingga Bupati Roky lupa dengan pembagunan SDM dan ekonomi rakyat kecil”, tegas Oktaranda

Hasil pengamatan PAKAR selama kepemerintahan Bupati Roky memang banyak melakukan pembagun fisik yang jelas dapat kita lihat, dalam hal ini PAKAR member apresiasi kepada Bupati Aceh Timur, namun pembagun mental masyarakat  sangat kurang, hal itu dapat dibuktikan dengan kurang dukungan pemerintah setempat terhadap Ormas atau OKP yang ada di Aceh Timur.

Dicontohkannya seperti Pelajar Islam Indonesia ( PII) yang setiap tahun memberikan pelatihan-pelatihan terhadap pembinaan karakter masyarakat dan pelajar, walaupun tidak didukung pemerintah, kegiatan tetap berjalan dan sukses berkat dukungan tokoh-tokoh PII yang ada di daerah maupun dipusat.

PAKAR Aceh Timur berharap kepada Bupati Roky selaku pemegang kekuasaan di Aceh Timur untuk  lebih mementingkan kesejahteraan rakyat kecil, karena keberhasilan pemerintah bukan dinilai dari pembagunan fisik semata, tetapi seluruh masyarakatnya makmur dan sejahtera.[mi/rls]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top