Opini

Jangan Kotori Kesucian Ramadhan dengan “Jualan Politik 2019”

Saya selaku penulis bukan menganggap itu semua sebagai jembatan mereka dalam menapaki jalan kekuasaan.

Foto | IST

Oleh: Irsadul Aklis

BULAN suci ramadhan merupakan bulan yang mulia bagi seluruh umat muslim yang hidup di jagat raya dimana pada bulan ini umat muslim berlomba-lomba untuk melaksanakan segala amal kebaikan demi mengharapkan ridho dari yang maha kuasa.

Menjelang bulan suci ramadhan yang sudah di depan mata, kita harapkan jangan menjadi ladang jualan bagi bakal calon legislatif yang akan bertarung pada 2019 nanti.

Karena sebagai umat muslim kita dianjurkan untuk melaksanakan segala amal kebaikan dengan penuh keikhlasan dari hati bukan karena ada kepentingan semata.

Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad saw “ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.” yang artinya “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).”

Mengutip dari hadist di atas jangan sekali-kali kita jadikan bulan yang mulia ini sebagai momentum dalam melakukan pencitraan kepada publik, namun lakukanlah segala amal ibadah karna mengharapkan ridho dari Allah swt.

Perkembangan zaman yang kini semakin moderen hal wajar bagi mereka dalam membenarkan sesuatu yang tidak sepatutnya dibenarkan, melaksanakan yang tidak sepatutnya di laksanakan.

Apa lagi berurusan dengan kedudukan/jabatan sudah menjadi lumrah dalam kehidupan ini untuk melakukan hal-hal dalam mencapai tujuan meskipun teman kerabat akan dikorbankan.

Apa lagi pada saat ini sudah memasuki musim panas bagi para elit politik untuk melakukan skenario dalam mengambil moment untuk menuju pesta politik pada 2019 nanti.

Sesuai yang terjadi di lapangan saat ini sudah mulai terlihat dengan beredarnya poster-poster imsyakiah Ramadhan di beberapa penjuru baik dari pemerintah daerah, partai politik, maupun aktivis mudah dan sebagainya dengan berbagai desain yang unik dan kosa-kata yang menarik perhatian publik.

Saya selaku penulis bukan menganggap itu semua sebagai jembatan mereka dalam menapaki jalan kekuasaan. Namun hanya sekedar mengingatkan kepada  yang akan tampil di panggung pada pesta demokrasi 2019 nanti.

Sebagai sesama umat muslim sudah sepatutnya untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, dan kita berharap itu semua sebagai sedekah yang memang ada rasa keikhlasan dari lubuk hati yang paling dalam bukan karna ada unsur kepentingan serta mengharapkan imbalan semata.

Apa lagi pada bulan ramadhan nantinya akan banyak peluang dalam melakukan berbagai bentuk amalan sehingga menjadi moment yang sulit bagi mereka abaikan dalam memanfaatkan situasi.

Namun itu Semua akan ditentukan oleh kesadaran dari mereka yang memiliki kepentingan.

Oleh karna itu, mari kita lakukan segala amal ibadah pada bulan yang suci ini dengan penuh keikhlasan dari lubuk hati yang paling dalam dan semata hanya mengharapkan ridho dari yang maha kuasa.

Karena beruntunglah bagi orang-orang yang melakukan kebaikan dengan mengharapkan ridho dari Allah swt dan begitu juga sebaliknya merugilah bagi orang-orang yang memanfaatkan kebaikan demi kepentingan dunia semata. (Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia dan Sastra STKIP BBG Banda Aceh).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top