oleh

Jangan Gegabah Protes “Kitab Suci Aceh”, Ini yang Bisa Kita Lakukan

-Indeks, Kolom-9.502 views

Oleh Haekal Afifa | Aktivis Kebudayaan di Institut Peradaban Aceh

Dalam beberapa hari ini, kawan-kawan mention saya terkait  Aplikasi di Playstore yang berjudul “Kitab Suci Aceh”.  Sebuah aplikasi android terkait “Injil, Taurat, Zabur” yang diterjemah dalam bahasa Aceh.

Soal Injil dalam bahasa Aceh, saya sudah mendapatkan salinan format Pdf sejak 2005 (Pasca Tsunami).

Bahkan, di website archive sudah lebih dulu ada podcast khutbah Penginjil dalam bahasa Aceh.

Hanya saja, tidak seheboh aplikasi ‘Kitab Suci Aceh’ itu. Mungkin, karena banyak generasi pelajar kita sibuk dengan Aplikasi instant dan game, bahkan sibuk dengan adsanse.

Kasus “Kitab Suci Aceh” itu berbeda dengan Google Translite yang sampai hari ini kasusnya masih belum selesai dengan kita secara hukum, hanya saja tertunda karena kondisi pandemik. Google translite memang dikendalikan sepenuhnya oleh Google LLC.

Nah, “Kitab Suci Aceh” itu aplikasi yang diupload oleh pengguna di platform Google yang bernama Playstore selaku layanan Google untuk distribusi digital, khususnya aplikasi berbasis android (Android Market).

Sama seperti layanan Search Engine Google, di mana semua situs bisa menulis dan menampilkan apa saja.

LIHAT VIDEO DALANG DIBALIK APLIKASI MENYESATKAN INI:

Sederhananya, semacam “Lapak Jualan” yang siapa saja boleh jualan dan menjual barang apa saja. Bedanya, Playstore adalah khusus aplikasi digital yang mendapat verifikasi (verifikasi bugs dan virus) dari pihak Google saat user mengupload setiap produknya secara berbayar.

Seperti aplikasi Shoopee yang menjual apa saja, bahkan juga menjual Dendeng Babi Aceh.

Jadi, aplikasi “Kitab Suci Aceh” bukanlah dari pihak Google atau kesalahan mereka, hemat saya seperti itu. Maka menyalahkan Google LLC dalam hal ini keliru, salah-salah dipeukhem teuh lée gop.

Kesalahan aplikasi “Kitab Suci Aceh” hanya pada penamaan aplikasinya yang provokatif, tendensius dan terkesan framing negatif untuk kita orang Aceh.

Mencegahnya, menurut saya hanya dengan melaporkan secara langsung di opsi yang telah disediakan Google di Playstore.

Jika tidak ditindak, adukan ke pihak Google LLC (Perwakilan Indonesia) secara tertulis atau langsung dengan melaporkan perusahaan pengguna (uploader – Faith Comes By Hearing) “Kitab Suci Aceh” tersebut dengan alasan provokatif (Hateful or Abusive content) karena menggunakan judul “Kitab Suci Aceh.

Agar konten aplikasinya dihapus atau namanya diganti sesuai dengan isi, karena menyangkut Kitab Suci. Jadi, bukan karena Kitab Injilnya yang memang harus dihormati sebagai kitab suci dari saudara kita ummat Kristiani.

Faktanya, itu bukanlah “Kitab Suci (Orang) Aceh” melainkan hanya Kitab Injil (Perjanjian Baru) yang diterjemahkan dalam bahasa Aceh.

Setelah saya lihat, uploader tersebut bukan untuk mencari keuntungan lewat aplikasi ini, melainkan (mungkin) hanya untuk menaikkan popularitas lembaga/perusahaan, atau mungkin upaya untuk menyebarkan “Khutbah” secara digital, bahkan bisa jadi ini project garapan awal penerjemahan Injil dalam bahasa daerah berbasis digital.

Karena, jauh sebelum aplikasi ini diupload dalam format apk (aplikasi Android) pada tahun 2019, format pdf dengan isi persis sama dengan format apk “Kitab Suci Aceh” ini sudah lebih dulu beredar di internet.

Hanya di upgrade ke versi apk saja.

Maka, jangan gegabah menyalahkan, jangan emosi lalu mencaci agama atau kitab suci orang lain karena memang Islam melarang mencaci agama dan Tuhan orang lain, ambil langkah pasti dan cermat, laporkan sesuai jalur.

Toh, secara hukum di Indonesia sudah dilarang menyebarkan keyakinan baru kepada orang yang sudah beragama sebagaimana SKB Menag dan Mendagri Nomor 1 tahun 1979. (*)

Indeks Berita