Jamaah Jumat Masjid Babul Maghfirah Sumbang Rp 7 Juta untuk Pesantren Teungku Zulkarnaen

Jamaah Jumat Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menyumbang Rp7 juta untuk membantu pembangunan Masjid dan Pesantren Yayasan Al Barokah Sumatera milik Abuya Teungku Zulkarnaen, Jumat (5/2/2021).
Masjid Babul Maghfirah
Jamaah Jumat Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menyumbang Rp7 juta untuk membantu pembangunan Masjid dan Pesantren Yayasan Al Barokah Sumatera milik Abuya Tgk Zulkarnaen, Jumat (5/2/2021). Foto Hamdani/ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Jamaah Jumat Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menyumbang Rp7 juta untuk membantu pembangunan Masjid dan Pesantren Yayasan Al Barokah Sumatera milik Abuya Teungku Zulkarnaen, Jumat (5/2/2021).

Sebagaimana diketahui bahwa Abuya Tgk Zulkarnaen merupakan ulama asal Sumatera Utara dan Wasekjen MUI Pusat periode 2015-2020 yang saat ini sedang berada di Aceh dalam rangka safari dakwah.

Kehadiran beliau di Masjid Babul Maghfirah sekaligus menjadi khatib shalat Jumat (5/2) disambut antusias warga masyarakat dan umat Islam Aceh Besar khususnya warga Tanjung Selamat.

Dalam khutbahnya Tengku Zulkarnaen mengajak seluruh elemen bangsa terutama umat Islam untuk menjaga negara dari penjajahan seperti yang pernah dilakukan oleh Belanda dulu sebab hal itu sangat merugikan umat Islam.

Dia juga mengingatkan jika peran tokoh agama Islam dan ulama dalam merebut kemerdekaan sangatlah besar.

“90 persen pejuang kemerdekaan adalah ulama dan umat Islam, hanya 10 persen dari agama lain,” ungkap Tgk Zulkarnaen.

Masjid Babul Maghfirah
Jamaah Jumat Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar menyumbang Rp7 juta untuk membantu pembangunan Masjid dan Pesantren Yayasan Al Barokah Sumatera milik Abuya Tgk Zulkarnaen, Jumat (5/2/2021). Foto Hamdani/ACEHSATU.com

“Ada Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Tgk Chik Ditiro, Panglima Polem, Teuku Nyak Arief, mereka semua adalah pahlawan bangsa” tambahnya.

Lantas Teungku Zulkarnaen menanyakan, “mengapa mereka mau berjuang?” Karena agar umat Islam bisa melaksanakan agamanya dengan baik tanpa dilarang-larang oleh kafir Belanda”, sambungnya.

Sehingga setelah Negara Indonesia merdeka maka Pancasila dan UUD 1945 menjamin setiap warga negara untuk melaksanakan agamanya secara bebas dengan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Namun kondisi hari ini berbeda,” ujar Teungku lagi. “Umat Islam dipersulit dan bahkan dicurigai sebagai ekstrimis oleh pihak-pihak yang anti Islam.”

Pelaksanaan ibadah shalat Jumat yang dihadiri ratusan jamaah itupun berjalan dengan lancar dan tertib dibantu pengamanannya oleh Kepolisian Sektor Kecamatan Darussalam.

“Pengurus BKM Babul Maghfirah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, kepada Muspika Kecamatan Darussalam, Kapolsek beserta jajarannya dan Satgas Covid-19 Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar atas segala bantuan yang telah diberikan”. tutup Wirzaini Usman. (*)