Jalan Pantang Cot Balo Ulim Rusak Parah

Ratusan meter jalan kabupaten di kawasan Nangroue Timu tepatnya Gampong Pantang Cot Baloi Kecamatan UIlim, Pidie Jaya, rusak parah.
ILUSTRASI -- Warga melewati jalan lintas kecamatan Gandapura tembus Makmur kondisi rusak parah, Selasa (27/10/2020). (Foto: Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU.COM | PIDIE JAYA – Ratusan meter jalan kabupaten di kawasan Nangroue Timu tepatnya Gampong Pantang Cot Baloi Kecamatan UIlim, Pidie Jaya, rusak parah.

Kondisi itu menyebabkan sulit dilintasi terutama dengan kendaraan roda dua atau sepeda motor (sepmor).

Sementara jembatan yang menghubungkan Desa Bidok Kecamatan Ulim dengan Gampong Blang Kuta Kecamatan Bandardua yang runtuh awal November 2018 lalu, kini dibangun baru.

Kendati kerusakannya sudah tergolong lama atau lebih tiga tahun, namun hingga kini belum juga ada tanda-tanda untuk diperbaiki. Kecuali ketika Tgk Syarifuddin, pimpinan dayah di Gampong Bidok berpulang ke Rahmatullah sekitar setahun lalu, lubang mendadak ditambal.

Kala itu Dinas PU setempat buru-buru menimbun lubang dengan sirtu untuk memudahkan hubungan transportasi ke dayah tersebut. Kini lubang kembali menghiasai sepnjang rute yang dilalui.

BACA JUGA: Medco E&P Malaka Perbaiki Akses Jalan Rusak di Aceh Timur

Beberapa pengguna jalan yang ditemui ACEHSATU, Minggu kemarin mengaku badan jalan yang rusak itu sudah sekian lama, tapi belum juga diperbaiki. Hampir sepanjang rute yang dilalui (kurang lebih 300 meter), badan jalan bertabur lubang.

Lebih parah lagi, lanjut seorang warga yang mengaku dari Gampong Blang Cari menuju Keude Ulim adalah ketika musim penghujan. Kondisinya seperti kolam.

Nada sama juga dilontarkan seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Gampong Cot Seutuy. Awalnya, ibu paruh baya itu menyangka orang yang sedang memotret (mengambil gambar) adalah petugas PU.

Sehingga ibu tersebut bertanya, “kapan jalan ini dibuat pak, kasihan kami ini,” tanya sang ibu tadi.

Setelah dijelaskan bahwa itu tugasnya Dinas PU, sementara si pemotret adalah wartawan, baru si ibu tadi memaklumi sembari mengatakan, O0 lon pike ureung PU (O..saya pikir orang PU, maaf ya—red).

Kecuali itu, sementara jembatan yang menghubungkan Gampong Bidok Kecamatran Ulim dengan Gampong Blang Kuta Kecamatan Bandardua yang runtuh awal November 2018 lalu akibat diterjang banjir besar, kini mulai dibangun baru.

Jembatan gantung yang runtuh itu panjangnya kurang lebih 60 meter dengan kelebaran 1,5 meter kondisinya sudah uzur. Namun keberadaanya dinilai sangat fital.

Sejak jembatan dimaksud runtuh, puluhan anak sekolah (SD-SMPN) yang berasal dari belahan Desa Bidok menuju ke Blang Kuta terpaksa harus mencari rute lain yang tergolong agak jauh.

Jalan alternatif ini pun, selain sempit juga sulit dilalui. Sementara jembatan berkontruksi permanen yang kini sedang dikerjakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2022 dengan nilai kontrak Rp 12 milyar lebih.

Penyedianya adalah CV Beujaya Kontruksi, beralamat Jalan Darussalam  Gampong Pante Beureune Kecamatan Meurahdua.

BACA JUGA: Pidie Jaya Kini Miliki Delapan Produsen Benih Padi

Beberapa warga Bidok menjawab media ini mengaku lega dengan dibangunnya kembali jembatan tersebut.

Apalagi, jembatan itu nyaris tidak pernah sepi dari pelintas. Konon lagi di seberang sana (Blang Kuta) terdapat masjid.

Kadis PU Pidie Jaya, Orizal Safitri ST dihubungi melalui WhatsApp (WA) terkait dengan kerusakan jalan mengatakan akan ditangani.

Sementara  proyek penggantian jembatan Bidok kini sedang dibangun baru. (*)