Aceh Singkil

Jalan Lintas Kota Baharu Ke Gunung Meriah Licin Berlumpur Kala Hujan, Bedebu Jika Kemarau

Jalan lintas Kota Baharu menuju Gunung Meriah selama ini sangat memprihatinkan, baik muslim penghujan maupun kemarau. ” jika hujan jalan licin dan berlumpur dan jika kemarau jalan penuh dengan berdebu”, ujar salah seorang warga Bahru.

acehsatu.com | Khairi

ACEH SATU.COM | SINGKIL – Tingginya curah hujan beberapa hari ini, jalan lintas Kota Baharu menuju Gunung Meriah,Aceh Singkil,Lincin dan Berlumpur. Jika kemarau tiba jalan tersebut akan dipenuhi debu. Selasa,(10/10/2017).

Jalan lintas Kota Baharu menuju Gunung Meriah selama ini sangat memprihatinkan, baik muslim penghujan maupun kemarau. “jika hujan jalan licin berlumpur dan jika kemarau jalan penuh dengan berdebu”, ujar salah seorang warga Bahru, Eri.

Dua keadaan yang selalu dialami oleh warga setempat seakan luput dari perhatian pemerintah. “Padahal keluhan ini hampir setiap waktu disampaikan kepada pemerintah, baik secara lisan maunpun secara tertulis oleh warga dan tokoh masyarakat”, ungkap Eri.

Namun, lanjut Eri, warga hanya mendapat menjawaban dari pihak penguasa “akan memperjuangkan” jalan lintas Kota Baharu Ke Gunung Meriah untuk di aspal. Seakan janji politik pada masa kempaye pemilihan Bupati Aceh Singkil itu nyata namun hingga saat keadaan yang sama masih kami rasakan yaitu lincin dan berlumpur jika hujan dan bedebu kala kemarau.

“Kondisi ini kami alami dari tahun ke tahun hingga sekarang, jalan yang licin berlumpur kerap memakan korban dan berharap”, papar Eri.

Eri melanjutkan, jalan lintas Kota Baharu Ke Gunung Meriah, Aceh Singkil merupakan Areal HGU PT Nafasindo akan tetapi untuk kepentingan orang banyak perusahan pasti mengizinkan untuk di aspal.

“Jika ada niat baik dari pemerintahan Aceh Singkil saya berharap untuk segera memperbaiki jalan lintas Kota Baharu menuju Gunung Meriah, jangan hanya memperjuangkan dalam orasi politik ketika musim kampanye”.

To Top