Jaksa Tangkap Dua Terpidana Kasus Korupsi PT KAI Rp6,5 Miliar

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh Ali Rasab Lubis di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan kedua terpidana ditangkap di dua tempat di Sumatera Utara
Kasus Korupsi PT KAI
Foto istimewa.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Tim Kejaksaan Tinggi Aceh dan Kejaksaan Negeri Aceh Timur menangkap dua terpidana korupsi penyertifikatan aset tanah PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan kerugian negara Rp6,5 miliar lebih.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh Ali Rasab Lubis di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan kedua terpidana ditangkap di dua tempat di Sumatera Utara.

“Kedua terpidana ditangkap Jumat (2/9). Selanjutnya, kedua terpidana dibawa ke Kabupaten Aceh Timur dan dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Idi guna menjalani hukuman,” kata Ali Rasab Lubis, mengutip ANTARA.

Kedua terpidana yakni M Aman Proyoga (44), ditangkap di Medan, Sumatera Utara serta Robby Irmawan (45), ditangkap di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

BACA JUGA: Polda Aceh Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi PT KAI

Keduanya ditangkap tim pidana khusus Kejaksaan Negeri Aceh Timur dipimpin M Jeki Kaban serta didukung Sholahuddin dan Nurfan dari Kejaksaan Tinggi Aceh.

“Kedua terpidana merupakan pegawai PT KAI. Keduanya dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan guna menjalani putusan Mahkamah Agung yang memvonis keduanya bersalah melakukan tindak pidana korupsi pembuatan sertifikat tanah aset PT KAI di Kabupaten Aceh Timur,” kata Ali Rasab Lubis.

LIHAT: PT KAI Izinkan Asetnya Digunakan Untuk Pengaspalan Jalan

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung, kata Ali Rasab Lubis, terpidana M Aman Proyoga dijatuhi hukum lima tahun penjara. Sedangkan terpidana Roby Irmawan divonis delapan tahun penjara.

“Sebelumnya, kedua terpidana divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Kemudian, jaksa penuntut umum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Memori kasasi diterima dan keduanya dihukum bersalah,” kata Ali Rasab Lubis. (*)