Jaga Keluarga Dari Narkoba, TP PKK Gampong Tanjung Selamat Tingkatkan Sosialisasi Upaya Pencegahan

Pelatihan Penanggulangan Narkoba di Gampong Tanjung Selamat, Kamis (26/11/2020)/Foto: ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM, ACEH BESAR – Laju kasus penyalahgunaan narkoba di Provinsi Aceh mengalami lonjakan drastis. Saat ini Aceh berada di peringkat ke enam secara nasional terkait prevalensi jumlah penyalahgunaan narkoba yang mencapai angka 82 ribu lebih atau 2,8 persen dari jumlah penduduk Aceh.

Tingginya tingkat penyalahgunaan barang haram tersebut telah mengundang keprihatinan dan kekuatiran TP PKK Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Aceh Besar untuk secepatnya mengambil langkah-langkah preventif sejak dini di lingkungan keluarga.

Ketua TP PKK Gampong Tanjung Selamat Yusnidar Wahab, S.Pd, MPd membuka acara Sosialisasi Penanggulangan Narkoba yang dihadiri oleh Keuchik Salamun, SH, Tgk Jamaluddin Tuha Peut, unsur BKM dan ibu-ibu peserta sosialisasi, Kamis, (26/11/2020) di gedung Serbaguna desa setempat.

“Keluarga merupakan aspek sangat penting dalam mencegah Narkoba. Dari keluarga lah bermula upaya pencegahan narkoba untuk anak-anak dimulai. Karena itu kegiatan ini sangat penting artinya dalam rangka menjadikan Gampong Tanjung bebas Narkoba dengan mengedepankan peran ibu dan keluarga,” ujar Yusnidar yang juga berprofesi sebagai guru ini saat membuka acara.

“Karenanya setelah kegiatan pelatihan ini selesai kita berharap akan lahir duta-duta yang dengan sukarela membantu mensosialisasikan bahaya narkoba dikalangan remaja dan anak-anak muda di Tanjung Selamat,” tambahnya.

Narasumber yang hadir dan memberikan materi pada acara penting ini yakni Kasubdit I Direktorat Resnarkoba Polda Aceh AKBP Erwan dan bersama Firdaus Konselor dari Yayasan Yakita Aceh yang sudah berpengalaman dalam menangani pecandu untuk direhabilitasi.

Erwan menyambut positif undangan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan oleh Ketua TP PKK, pihaknya saat ini terus bekerja melakukan berbagai upaya pencegahan dan penindakan pengedar narkoba di seluruh Aceh tentu saja bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu Erwan berharap agar masyarakat mau peduli pada sesama dan melaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian jika ada kasus yang meresahkan dan merusak moral generasi muda disebabkan narkoba.

Sementara pemateri dari Yayasan Yakita Aceh Firdaus memaparkan materi tentang bagaimana mengenali, mencegah, dan menangani korban pemakai narkoba melalui terapi dan program rehabilitasi.

Dia mengingatkan bahwa kecanduan terhadap narkoba bisa terjadi pada siapa saja apabila mereka sudah menjadi pemakai. Untuk itu peran ibu dan keluarga untuk lebih peduli pada anak-anak nya yang masih berusia remaja sangat dibutuhkan agar mereka tidak terjerumus.

Kegiatan yang diinisiasi oleh TP PKK ini berlangsung sangat menarik dan peserta antusias menanyakan berbagai hal pada narasumber yang hadir. (*)