ISMI Minta Pemerintah Aceh Lobi Kembali Bendungan Tiro Pidie Masuk PSN

“Mereka (Satuan Kerja Pemerintah Aceh) seperti terperangkap dalam mental business as usual, tak responsif terhadap peluang-peluang yang sesungguhnya sangat berdampak positif terhadap Aceh,”
Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Aceh, Nurchalis.
Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Aceh, Nurchalis.

ACEHSATU.COM | Meulaboh – ISMI minta Pemerintah Aceh lobi kembali Bendungan Tiro Pidie kembali masuk PSN.

Nurchalis yang juga Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Aceh meminta Pemerintah Aceh untuk dapat melobi kembali Pemerintah Pusat agar proyek Bendungan Tiro masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN)

“Kami siap mendukung, menyumbang saran, tenaga, dan pikiran membantu Pj Gubernur untuk membangun Aceh menjadi lebih baik dan berharap proyek bendungan Tiro dapat masuk dalam PSN,” kata Nurchalis dalam keterangan tertulis, Rabu.

Sebelumnya, pemerintah pada Selasa (26/7) mengubah daftar proyek strategis nasional (PSN) menjelang semester II-2022 dari sebanyak 208 proyek dan 10 program yang tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian 7 Tahun 2021 menjadi 200 proyek dan 12 program.

Salah satu PSN yang keluar dari PSN tersebut yaitu proyek pembangunan Bendungan Tiro di Provinsi Aceh, karena mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar, yang dilanjutkan akan menimbulkan kegaduhan dan kemungkinan tidak akan selesai pada semester I-2024, sesuai target Presiden Joko Widodo.

Menurut Nurchalis, kehadiran Bendungan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, selama ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan areal pertanian lainya di Aceh, karena dapat menyediakan ketersediaan sumber air bagi tanaman.

Selain itu, dengan adanya bendungan tersebut dapat meningkatkan produksi padi, areal pertanian maupun produksi palawija di Aceh.

Nurchalis juga menilai keputusan pemerintah mencoret proyek Bendungan Tiro dari PSN di Aceh, juga disebabkan karena lemahnya upaya sejumlah intansi terkait di Pemerintah Aceh

Untuk menangkap peluang besar yang telah ditawarkan dan diberikan oleh pemerintah pusat dan mengkonversinya menjadi pengungkit ekonomi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat Aceh. 

“Mereka (Satuan Kerja Pemerintah Aceh) seperti terperangkap dalam mental business as usual, tak responsif terhadap peluang-peluang yang sesungguhnya sangat berdampak positif terhadap Aceh,” kata Nurchalis menambahkan. 

Untuk itu, kata Nurchalis, persoalan tersebut agar dapat menjadi perhatian Pj Gubernur Aceh, agar dapat mengambil langkah-langkah progresif membenahi trend buruk kinerja birokrasi Pemerintah Aceh ini. 

“Kami yakin Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki memiliki komitmen kuat membangun Aceh dalam masa dua tahun kepemimpinan beliau ke depan,” katanya menambahkan. 

Nurchalis juga mengatakan ISMI Aceh juga siap mendukung, menyumbang saran, tenaga, dan pikiran membantu Pj Gubernur Aceh dalam membangun Aceh agar menjadi semakin lebih baik.