oleh

Isi Chat Mesum Vanessa Angel ke Muncikari: Suka Tanya Masalah Kejantanan Pria

ACEHSATU.COM | SURABAYA – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol, Frans Barung Mangera, mengungkapkan isi percakapan artis Vanessa Angel dengan muncikari.

Dikutip TribunWow.com dari YouTube Official iNews, Selasa (15/1/2019), Frans Barung menuturkan pihaknya memiliki bukti yang bisa memungkinkan menjerat Vanessa Angel dalam UU ITE Pasal 27 ayat 1, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“(Mengenai) Pasal 27 ayat 1 ada beberapa hal yang dilakukan oleh yang bersangkutan, baik yang dilakukan by chatting, kemudian melakukan upload ya di media sosial yang melanggar kesusilaan,” ujar Frans Barung.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap ahli IT kemudian ahli bahasa dan ahli kekriminologi, dan tiga ahli itu menyatakan bahwa disampaikan dalam melakukan chatting dan di upload itu melanggar keasusilaan,” jelasnya.

BACA: Promosi Diri Lewat Video Porno, Ternyata Vanessa Angel Sudah Sering Berzina dengan Banyak Pria

Frans juga mengatakan chatting Vanessa dengan muncikari menjerumus ke hal yang berbau porno.

“Contoh saja chatting ini kan tidak masuk dalam video maupun photo tetapi chatting ini melanggar kesusilaan antara lain, ada hal yang tidak boleh kita sampaikan ke ruang publik ini yakni tentang kejantanan seseorang, itu disampaikan disitu, sehingga kita lakukan koordinasi cepat dengan tiga ahli itu untuk kita mintakan pendapat dan ternyata satu pendapat (bisa) terjerat pasal 27 ayat 1,” ungkap Frans Barung.

BACA: Sah! Vanessa Angel Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online

Lanjutnya, Frans mengungkapkan transaksi itu bukan hanya muncikari yang mengendalikan, namun juga Vanessa.

BACA: Di Balik Tubuhnya yang Menawan, Vanessa Angel Ternyata Sosok yang Gemar Olahraga

“Lebih dalam lagi, bukan germo yang mengendalikan tapi pengendaliannya langsung dilakukan secara otomatis dilakukan secara penting adalah VA tadi.”

Sedangkan UU ITE tentang kesusilaan tertuang dalam Pasal 27 ayat 1.

‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan’. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Komentar

Indeks Berita