Ramadhan 1439 H

Irwandi Yusuf Sampaikan Ceramah Etos Kerja Selama Berpuasa di Baiturrahman

Bagi yang benar-benar memahami makna Ramadhan, maka usaha meningkatkan etos kerja adalah pilihan terbaik baginya.

Foto | Muhammad Rain

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Pelaksanaan ibadah salat sunah Tarawih malam kedua di Mesjid Raya Baiturrahman menghadirkan pembicara orang nomor satu di Propinsi Aceh, yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Kamis (17/5/2018).

Sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika Ramadhan tiba, berbagai aktivitas masyarakat khususnya di Aceh menurun terutama diliburkannya lembaga pendidikan berbagai jenjang.

Padahal bulan Ramadhan harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri kita dan kualitas ibadah kepada Allah, ungkap Irwandi di awal ceramahnya.

Di kesempatan memberikan ceramah jelang pelaksanaan Tarawih malam kedua tersebut, Irwandi selaku Gubernur Aceh turut menyampaikan kebijakan baru terkait penambahan uang jatah lauk pauk bagi para jompo 10.000 Rupiah menjadi 20.000 Rupiah/hari.

Ia berharap semoga penambahan satu kali lipat jumlah dana jatah lauk pauk para jompo tersebut kiranya dapat menjadi penambah semangat serta menambah kesejahteraan warga di Aceh khususnya.

Kehadiran Ramadhan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kuantitas serta kualitas ibadah kita kepada Allah.

Namun yang sangat Ironi bila ada anggapan sebagian orang tidak merasa gembira dengan datangnya bulan Ramadhan, karena menganggap Ramadhan menghalangi mereka melakukan aktivitas merokok, ngopi di warung dsb.

Bahkan sebagian orang ada yang menjadikan Ramadhan sebagai dalih untuk tidak melakukan sesuatu yang mestinya dilakukan pada saat di bulan Ramadhan.

Hal lain yang Irwandi sampaikan terkait anggapan adanya dalih/alasan yang sifatnya negatif atas datangnya Ramadhan bagi sebagian orang antaranya; bekerja tidak tepat waktu, alasan lemah. Tidak semangat bekerja. Semangat belajar menurun.

Hal ini seakan mencitrakan Islam sebagai suatu agama yang memberikan ruang apabila bulan Ramadhan tiba seolah diperkenankan bermalas-malasan, padahal tidaklah demikian.

Irwandi mengaku gagal menemukan alasan kuat berupa dalil atas diliburkannya sekolah di bulan puasa.

Mengutip Al-Quran Surat Al-baqarah, ayat 183, Irwandi menafsirkan bahwa kajian taqwa di dalam ayat tersebut telah mencakup segala kebaikan, termasuk pekerjaan, dalam hal ini etos kerja.

Di bagian akhir ceramahnya di hadapan belasan ribu jamaah yang hadir pada malam kedua Ramadhan tersebut, Irwandi memberikan tiga tips terkait nilai pokok etos kerja melalui hikmah Ramadhan.

Pertama, dengan adanya Ramadhan, umat Islam dituntun agar lebih peduli terhadap lingkungan sosial.

Kedua, puasa menjadikan bekal dilatihnya kesalehan pribadi umat dengan kesalehan sosial yang melingkupinya.

Terakhir yang ketiga adalah lewat ibadah puasa Ramadhan, diharapkan lahirnya jiwa umat yang mampu meningkatkan produktifitas kerja, sebab ibadah di bulan puasa dinilai berlipatganda pahalanya.

“Bagi yang benar-benar memahami makna Ramadhan, maka usaha meningkatkan etos kerja adalah pilihan terbaik baginya,” tutup Irwandi di akhir ceramah yang berlangsung sekitar 15 menit. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top