Instalasi Hemodialisa Emergensi di RSUZA Segera Beroperasi

Ruang yang dipersiapkan sebagai Instalasi Hemodialisa Emergensi di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Foto direkam Rabu (31/3/2021).

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Manajemen Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh akhirnya akan menempuh kebijakan untuk mengoperasikan Instalasi Hemodialisa Emergensi.

Awalnya hal ini diketahui berdasarkan pantauan langsung acehsatu.com ke RSUZA, Rabu (31/3/2021). Tampak salah satu ruang telah ditempeli kertas bertuliskan Hemodialisa Emergensi.

Sedianya ruang khusus tersebut akan digunakan sebagai fasilitas perawatan bagi pasien berstatus emergensi yang membutuhkan layanan cuci darah.

Di ruangan khusus tersebut juga tampak sejumlah fasilitas yang tersedia, semisal tempat tidur perawatan dan alat-alat lainnya yang biasa digunakan untuk merawat pasien.

Dengan beroperasinya instalasi ini sekaligus menandai berakhirnya polemik soal tidak difungsikannya salah satu alat kesehatan yakni alat cuci darah atau hemodialisis (HD).

Pada saat yang sama, Wakil Direktur Pelayanan RSUZA, dr Endang Meutiawati yang melakukan kunjungan ke lokasi memberikan penjelasannya perihal kebijakan pemanfaatan ruang dan mesin atau alat cuci darah.

Salah satu fasilitas yang telah tersedia di ruang yang direncanakan sebagai Instalasi Hemodialisa Emergensi RSUZA Banda Aceh. Foto direkan Rabu (31/3/2021).

dr Endang membenarkan jika ruang instalasi tersebut nantinya akan dioperasikan untuk melayani pasien yang membutuhkan pelayanan cuci darah.

Menurutnya, pihak RSUZA akan berupaya mengoptimalkan pemanfaatan seluruh sumberdaya yang dimiliki dalam meningkatkan pelayanan pasien.

“Termasuk alat HD (cuci darah) ini, insya Allah segala sesuatunya tengah dipersiapkan agar Instalasi Hemodialisa Emergensi segera dapat beroperasi,” ujar dr Endang.

Terkait status alat cuci darah yang sudah dua tahun tidak difungsikan, dr Endang menyebut hal itu terjadi lebih disebabkan oleh situasi pandemi corona.

“Sebenarnya sudah sejak tahun lalu rencana pengoperasian instalasi ini sudah ditempuh manajemen, tapi merebaknya wabah virus karena membuat rencana tersebut jadi agak terhambat,” jelasnya.

Bahkan dr Endang menuturkan, bahwa pengoperasian Instalasi Hemodialisa Emergensi yang tengah diupayakan RSUZA sudah pada tahap uji air yang akan dialirkan ke alat HD.

“Semoga tidak ada kendala atau persoalan berarti sehingga dalam waktu dekat pengoperasian instalasi ini dapat segera diwujudkan,” pungkasnya. (*)