Innalillahi, Ulama Kharismatik Tengku H Ramli Ben Cut Meninggal Dunia

"Ulama karismatik Aceh ini dikenal ahli dalam bidang Fiqh ( Hukum Islam), dengan fatwa-fatwa hukum islam yang sangat memotivasi masyarakat setiap memberikan pengajian dan ceramah singkat"
Ulama kharismatik meninggal
Ulama kharismatik Aceh, pimpinan Dayah Nurul Islam, Babah Buloh, Aceh Utara, Teungku Haji Ramli Ben Cut ( Abati Babah Buloh meninggal dunia. Kamis (3/6/2021) acehsatu.com/ist

Innalillahi, Ulama Kharismatik Tengku H Ramli Ben Cut Meninggal Dunia

ACEHSATU.COM [ ACEH UTARA – Innalillahi, kabar duka kembali menyelimuti Aceh, salah satu ulama kharismatik Aceh yang juga pimpinan Dayah Nurul Islam, Babah Buloh, Sawang Aceh Utara, Teungku Haji Ramli Ben Cut yang akrab disapa Abati Babah Buloh dikabarkan menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Kesrem, Lhokseumawe. Kamis (3/6)

Kabar duka ini tersebut cepat disejumlah group whatsapp yang mengucapkan innalillahi waiinailaihi rajiun atas meninggalnya ulama kharismatik Aceh ini. Salah satunya uacap dari keluarag besar Dayah Madinatuddinniyah Baitul Huda.

Profil Teungku Haji Ramli Ben Cut yang Ahli Fiqih

Dikutip dari facebook Dayah Babah Buloh dituliskan, Tgk. H. Ramli Ben cut atau lebih dikenal dengan Abati Babah Buloh,.lahir diDesa Reuleut Timu, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Maret 1945. Beliau kerap di sapa dengan Abati Babah Buloh karena memang beliau memimpin sebuah Dayah yang bernama Dayah Nurul Islam di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Ulama karismatik Aceh ini dikenal ahli dalam bidang Fiqh ( Hukum Islam), jadi jangan heran kalau beliau dikenal oleh masyarakat Aceh Utara bagian barat dengan fatwa-fatwa hukum islam dan pengajian beliau yang sangat memotivasi masyarakat setiap memberikan pengajian dan ceramah singkat.

Pendidikan Formal

Pada tahun 1954 Tgk H Ramli Bencut (Abati) mulai belajar  SR (Sekolah  Rendah) di Krueng Geukueh ,namun sayang pada saat pemberontakan DI/TII tepatnya pada Ramadhan tahun 1954 sekolah ini dibakar oleh orang-orang yang tak bertanggung, Peristiwa ini mengakibatkan beliau harus berhenti bersekolah.

Setelah kejadian tersebut, masyarakat memprakarsai pendirian SRI (Sekolah Rendah Islam) sebagai pengganti sekolah yang telah terbakar dan Tgk H Ramli Ben cut (Abati) pun dapat kembali bersekolah namun beliau hanya belajar tiga bulan di sekolah ini.

Ulama kharismatik Aceh, pimpinan Dayah Nurul Islam, Babah Buloh, Aceh Utara, Teungku Haji Ramli Ben Cut ( Abati Babah Buloh meninggal dunia. Kamis (3/6/2021) acehsatu.com/ist

Pendidikan Dayah

Karena kecintaanya terhadap ilmu agama, Tgk H Ramli Ben Cut ingin mempelajari ilmu agama secara murni tanpa harus berkutat dengan pelajaran umum.maka pada tahun 1956 Tgk H Ramli Bencut memulai perantauan mencari ilmu, mula-mula beliau menuju Dayah Raudhatul Ma’arif Cot Trueng , Muara Batu Aceh Utara,.

Selanjutnya Dayah Tanoh Mirah, Dayah Lamno, Dayah Lam Ateuk , dan Dayah Ule Titi Aceh Besar, beliau menemukan kajian ilmu yang beliau inginkan ditambah lagi dengan suasana yang cukup kondusif jauh dari suara bising letusan senjata karena sedang terjadi genjatan senjata antara pihak DI/TII denganPemerintah RI.

Mendirikan dayah

Pada tahun 1981 atas permintaan dan swadaya masyarakat didirikanlah sebuah dayah yang diberi nama Nurul Islam di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara, kemudian mulai berdatangan santri-santri dari berbagai pelosak daerah lainnya sehingga membutuhkan asrama yang terdiri santri putra dan putri sebagai tempat menginap hingga sekarang santri Dayah Nurul Islam mencapai ribuan.

Dekat dengan masyarakat

Kedekatan Abati Babah Buloh dengan masyarakat tidak diragukan lagi, pengajian rutin tiap minggu dan bulan tak pernah dilewatkan oleh Abati. Hampir semua pelosok kecamatan Sawang, Muara Batu, Nisam, dan Krueng Geukeuh bahkan Ujoeng Pacu yang menjadi basis narkoba menjadi tempat disinggahi Abati untuk memberikan pengajian rutin mingguan ataupun bulanan.

Abati juga menjadi sosok imam shalat Jenazah ketika ada warga yang meninggal dunia baik yang berada di seputar dayah maupun di beberapa kecamatan diwilayah barat Aceh Utara. Selamat jalan Abati, semoga Allah SWT tempatkan beliau di surga jannah Aamiin (*)