Berita Lainnya

Hukum

Politik

Teknologi China Ini Bisa Bikin Amerika Game Over. Foto: Photo by NASA on Unsplash

ACEHSATU.COM China belakangan semakin agresif mengejar Amerika Serikat dalam bidang teknologi dan menggelontorkan investasi besar. Bahkan seorang pakar keamanan memperingatkan, strategi China benar-benar bertujuan untuk merusak kemampuan Amerika Serikat, khususnya di ruang angkasa.

“Masa depan perang, salah satu domain yang paling diperebutkan, adalah ruang angkasa. Angkasa pada intinya adalah medan baru. Negara yang mengendalikan angkasa dan medan perang berikutnya secara efektif, saya pikir mendapat peluang terbaik untuk benar-benar memenangkan perang,” kata John Hannah, mantan penasihat keamanan nasional untuk Wapres AS.

“Jika China mampu melumpuhkan kemampuan kita untuk melihat apa yang dilakukan musuh, kemampuan kita untuk menggunakan komando dan kendali serta komunikasi antara pasukan kita sendiri, itu game over bagi kita di medan perang di Bumi ini,” lanjutnya.

Seperti dikutip detikINET dari Fox News, laporan dari CIA menyebut China berencana menggunakan senjata siber untuk membajak atau mengeksploitasi satelit milik barat. China terus meningkatkan program luar angkasa mereka dalam beberapa tahun terakhir dan dianggap menciptakan ancaman baru terhadap keamanan AS.

Menurut pejabat Defense Intelligence Agency (DIA), negara itu menggunakan mayoritas dari 541 satelitnya yang dikirim ke luar angkasa untuk pengintaian atau pengumpulan informasi intelijen. Menurut Hannah, kemajuan teknologi siber China memungkinkan mereka tak hanya mengganggu satelit AS, tetapi juga ‘meniru’ frekuensinya dan membajaknya.

“Apa yang kami dengar adalah kemampuan dunia maya sangat canggih sehingga mereka tak hanya mengganggu satelit kami dan apa yang dapat mereka lihat, tapi benar-benar memiliki frekuensi yang sama dan meniru frekuensi kami dan benar-benar berkomunikasi dan mengambil alih satelit kami,” katanya.

Tak hanya itu, China menurutnya mengembangkan rudal anti satelit yang bisa diluncurkan dari daratan untuk menyerang satelit Amerika. Pemerintahan Joe Biden pun menurutnya harus mewaspadainya. (*)