oleh

Ini Sosok Almuzalir Alumnus Seni Rupa Yogyakarta Pelopor Gerakan Pelajar Peduli Sejarah Aceh

-Sosok-66 views

ACEHSATU.COM | SOSOK – Almuzalir pemuda berbadan tegap dan gagah kelahiran  Bungkaih, Aceh Utara ini telah membawa perubahan nyata untuk sejarah Aceh melalui ekpedisi nisan Aceh dan melakukan aksi gerakan meseuraya bagi siswa dan siswi di Seluruh Aceh.

Almuzalir merupakan sosok yang peduli dengan sejarah di Aceh, menurutnya selama ini cukup banyak aset aset sejarah Aceh yang bisa dikembangkan di Aceh.

Al Muzalir S.Pd, Pendiri PELISA (Pelajar Peduli Sejarah Aceh)

Melalui pemeliharaan dan penataan yang baik serta publikasi oleh pemerintah.

sejarah Aceh akan mejadi ikon wisata baru di Aceh yang megah hingga kesuluruh pelosok. Ujar Almuzalir Alumnus jebolan Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa Yogyakarta

Dalam penelusuranya, dalam sejarah Aceh terutama pada peninggalan situs makam bersejarah di Aceh memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

Potensi edukasi, pengenalan sejarah pada lintas generasi serta pengenalan wisata sejarah di Aceh.

Foto bersama PELISA bersama CISAH dan MAPESA setelah melakukan meseuraya

Batu nisan Aceh, atau yang dikenal dengan Batu Aceh umumnya, memiliki ragam seni kaligrafi yang indah, serta sarat akan makna setia inskripsi-inskripsi yang ditemukan pada Nisan-nisan di Aceh.

Pada batu Aceh yang memiliki inskirpsi kaligrafi yang indah, menurut Al Muzalir itu hanya ada di Aceh dan beberapa daerah lainnya.

Keindahan setiap nisan tersebut berbeda motif, hal ini menunjukkan bangsa Aceh kaya akan seni dan peradaban di masa lalu.

Kepada ACEHSATU.com.  Al Muzalir mengukapkan rasa yang sangat prihatin terhadap generasi bangsa sekarang yang tak peduli dengan sejarah Aceh.

Bedasarkan pengakuan  dirinya, saat ini banyak generasi muda sekarang yang tidak mau tau dengan sejarah Aceh, bahkan yang lebih menyedihkan lagi generasi muda sekarang ada yang belum mengetahui kisah sejarah Kerajaan Aceh Darusalam dan juga peninggalan-peninggalan sejarah islam yang tersebar di seluruh Aceh.

“Pak, kisah Samudera Pasai dongeng atau bukan” menirukan kata kata siswa dan siswi yang menanyakan hal itu kepadanya

Mendengar pertanyaan tersebut, sebagai tenaga pendidik yang kini berstatus sebagai guru seni rupa di salah satu SMA di Lhokseumawe menjadi tanggung jawab moral bagi dirinya untuk memperkenalkan sejarah Aceh kepada generasi Aceh saat ini.

Almuzalir saat melakukan Meseuraya, menata kembali nisan yang terbengkalai

Dengan semangat dan tanggung jawab yang besar, walaupun Almuzalir bukan seorang guru Sejarah dirinya  terus bergerak mensosialisasikan dan memperkenalkan sejarah Aceh kepada generasi milenial.

Dengan semangat yang tinggi, Al Muzalir memiliki Cita-cita yang besar untuk mewujudkan Sejarah Aceh menjadi wisata edukasi bagi seluruh generasi di Aceh.

Kendati demikian, Saat ini PELISA mendapat dukungan penuh oleh SMAN 5 Lhokseumawe, semoga kedepan juga dapat dukungan dari dinas untuk menjadikan PELISA adalah organisasi wajib di setiap  sekolah yang ada di Aceh.

Organisasi tersebut bernama PELISA, saat ini  menjadi bagian dari kegiatan ektrakulikuler di SMA 5 Lhokseumawe.

Almuzalir berharap, organisasi ini menjadi Ektrakulikuler PELISA di seluruh Aceh, dan dapat dicontohkan oleh setiap sekolah lainya di Aceh untuk mengembalikan sejarah kegemilangan Aceh.

Almuzalir menambahkan, saat ini hanya ada 2 SMA di Lhokseumawe yang telah ada ektrakulikuler, diantaranya MOSA Arun Lhokseumawe dan SMA5 Lhokseumawe.

Adapun kegiatan utama dari PELISA ialah mengkaji  serta memperkenalkan sejarah Aceh di usia pelajar serta melestarikan sejarah Aceh.

Foto Almuzalir, Ketika melakukan Meseraya bersama PELISA di Komplek Makam Meurah II, Aceh Besar

PELISA (Pelajar Peduli Sejarah Aceh) memiliki  visi PELISA ialah untuk belajar, mencintai,merawat, melestarikan, situs sejarah peninggalan Aceh sesuai dengan bukti-bukti otentik sesuai dengan syarat yang telah diteliti oleh parah ahli.

Adapun  misi dari PELISA itu sendiri ialah;

  1. membentuk generasi yang mau mempelajari sejarah Aceh bedasarkan Bukti-bukti atau nanti yang telah  diteliti
  2. melahirkan generasi yang mau peduliterhadap peninggalan sejarah Aceh
  3. membentuk penerus yang mempunyai keinginan melestarikan sejarah Aceh baik berupa benda maupun non-benda.
  4. Melahirkan generasi yang mau mencintai sejarah Aceh yang telah ditinggalkan oleh para endatu (leluhur) Aceh terdahulu.
  5. Melalui pembelajaran sejarah Aceh yang mengandung nilai keislaman yangkuat sehingga mampu membentuk watak yang baik yang berakhlatul karimah.
  6. Mengajak seluruh pelajar di Aceh untuk mencintai peninggalaan sejarah Aceh secara keseluurhan baik berupa benda maupun non benda

untuk diketahui, Almuzalir  lahir di Bungkaih, Aceh Utarapada 08 Mei 1981, Almuzalir merupakan lulusan Sarjana Pendidikan, Seni rupa Universitas Sarjanawinata Taman Siswa Yogyakarta.

Foto Almuzalir setelah melakukan Aktivitas Meseuraya bersama PELISA

Saat ini, Almuzalir tercatat sebagai guru dengan status Pengawai Negeri Sipil di Lhokseumawe.

Sebelum aktif sebagai guru, Almuzalir pernah menjabat sebagai penyusun program kerja NGO  Save the children Education (System/school management comitte and early childhood development).

Selanjutnya menjadi project officer education (Cardi Lhokseumawe), Project Officer Youth Program bertugas sebagai penyusun program di Kecamatan Meuraxa Banda Aceh. Serta pernah aktif sebagai coordinator logistic komite kemanusiaan untuk Aceh Yogtakarta or Humanitarian Community for Aceh, Base Yogyakarta.

Selain itu, Almuzalir juga memiliki segudang prestasi seni diantaranya ahli desain grafis, Juara II MTQ korpri cabang Khatil Quranserta pelatih dan tim dewan juri lomba FLS2N.

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Indeks Berita