Ini Pesan Milenials sebagai Makna Sumpah Pemuda di Era New Normal

Krisnanda/Foto ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM, BANDA ACEH– Beragam pandangan dikalangan generasi muda terutama mahasiswa dalam memaknai hari sumpah pemuda.

Menurut Krisnanda, seorang mahasiswa di salah satu kampus swasta di Banda Aceh, makna sumpah pemuda adalah ketika kita mampu bercakap dalam berbagai bahasa daerah.

“Anak gaul sekarang jago berbagai bahasa asing, itu sih biasa. Bisa bercakap dalam berbagai bahasa daerah itu baru anak gaul,” kata Krisnanda

Pemuda asal Gayo ini rupanya memiliki pandangan tersendiri dalam memaknai salah satu poin sumpah pemuda yang diikrarkan pada pada awal kemerdekaan Indonesia dahulu yaitu berbahasa satu Bahasa Indonesia.

Menurutnya mampu berbicara dalam berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia itulah makna sesungguhnya sumpah pemuda di era sekarang.

Sebagai mahasiswa Krisnanda pun menuliskan beberapa catatan penting pada peringatan sumpah pemuda tahun ini.

“Menurut Aristoteles, tentang sifat-sifat orang muda yaitu orang-orang muda punya hasrat-hasrat yang sangat kuat dan mereka cenderung untuk memenuhi hasrat-hasrat itu semuanya tanpa membeda-bedakannya.”

Hari ini, 28 Oktober. Hari bersejarah berulang. Tepatnya merupakan Hari Sumpah Pemuda berulang tahun. Happy Anniversary-nya janji pemuda Indonesia hampir satu abad yang lalu.

Sumpah anak-anak muda hebat kala lahir dengan dorongan satu tekad, yaitu bagaimana memerdekakan negeri ini dalam persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa yang berdaulat.

Atas perjuangan seluruh elemen bangsa saat itu membuat Indonesia bisa berdiri tegak dengan bendera merah putih. Berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia tanpa terbelenggu dengan penjajahan. Semua hasil yang diperoleh hari ini tidak terlepas dari peran pemuda didalamnya.

Beda dulu tentu beda pula dengan sekarang. Jika pada zaman setengah abad yang lalu pemuda memikirkan dan berjuang untuk merebut hak bangsa ini yang dirampas oleh penjajah.

Sehingga apapun akan dikorbankan, tak terkecuali nyawa sekalipun. Namun bagaimana pengorbanan generasi muda atau millennial sekarang?

Meskipun berbeda zaman namun makna perjuangan menurut beberapa orang tidaklah berubah. Yang mungkin berbeda hanya situasi dan kondisinya saja. Sebab itu pulalah strategi perjuangan perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Bersatu membangun negeri

Filosofi sumpah pemuda adalah persatuan dan kesatuan. Dasar pikiran itulah yang mendorong tokoh-tokoh pemuda era kolonial merebut kemerdekaan melakukan ikrar suci atas nama Sumpah Pemuda.

Karena mereka berpikir bahwa perjuangan akan lebih mudah dilakukan dengan semangat persatuan dan kesatuan. Dan mestinya semangat itu juga yang harus dimaknai dalam kehidupan generasi milenial.

Bersatulah untuk membangun negeri. Hindari perpecahan bangsa. Dengan keunggulan yang dimiliki oleh generasi milenial hendaknya dapat digunakan sebagai modal pembangunan negara ini.

Generasi berprestasi

Yang muda yang berkarya, slogan ini sangat tepat generasi milenial. Zaman sekarang mereka yang dihargai adalah mereka yang berprestasi. Tidak zamannya lagi membanggakan diri karena keturunan, misalnya keluarga bangsawan, keturunan pahlawan, anak cucu mantan presiden, atau keturunan darah biru.

Kini era bersaing mengadu prestasi. Anak-anak muda yang mendapatkan tempat adalah mereka yang mempersembahkan karya nyata bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, nusa dan bangsa.

Maka makna sumpah pemuda era milenium adalah mengejar sebanyak-banyaknya prestasi demi membanggakan negeri. Mewakili bangsa Indonesia dalam inovasi dan menampilkan prestasi dipentas global.

Tidak terlibat narkoba

Dalam memaknai hari sumpah pemuda, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah generasi muda Indonesia harus sehat dan kuat tanpa narkoba.

Dalam kondisi kekinian perkembangan global, berbagai persoalan mengancam eksistensi pemuda. Salah satu ancaman paling besar adalah penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja dan pemuda. Sehingga tantangan yang dihadapi oleh generasi milenial Indonesia semakin kompleks.

Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus dan pemimpin bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti oleh zat-zat adiktif penghancur syaraf otak.

Hal ini akan berdampak hilangnya suatu generasi bangsa (lost generation) di masa depan.

Oleh sebab itu refleksi hari bersejarah tentang kepemudaan yang kita lakukan hari ini adalah bagaimana menjauhkan pemuda Indonesia dari bahayanya narkoba. Wahai pemuda katakan tidak pada narkoba.

Good leadership

Hampir pasti bahwa negeri ini berikutnya akan dipimpin dan dikelola oleh anak-anak muda. Sebagai generasi penerus, mesti memikul tanggung jawab besar tersebut.
Oleh karena itu pemuda harus disiapkan dan memiliki kesiapan sebagai pemimpin. Pembentukan pemuda-pemuda dengan jiwa good leadership inilah yang tidak dilihat pada era sekarang.

Padahal bangsa Indonesia sangat memerlukannya untuk kemajuan bangsa, karena sebagaimana telah diungkapkan oleh Stephen D. Krasner mengenai Weak Country, bahwa untuk mengatasi sebuah pola negara yang tidak memiliki kemampuan untuk menahan sikap swasta (dalam hal ini seperti negara Republik Indonesia) diperlukan adanya good leadership.

Peran pemuda di era globalisasi akan menjadi lebih berharga ketika pemuda memiliki jiwa good leadership sebagaimana para pemuda pendahulu dalam sejarah bangsa Indonesia ini.

Pemuda pembawa perubahan

Sekurang-kurangnya dunia mencatat beberapa pemuda luar biasa yang patut diteladani semangatnya. Sebutkan saja pemuda penerima hadiah nobel dari lembaga dunia perserikatan bangsa-bangsa.
Adalah dia Malala Yousafzai.

Ia adalah seorang remaja biasa seusia saya (19 tahun). Malala lahir di sebuah kota bernama Mingora di Distrik Swat, Pakistan. Ia tumbuh besar dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan.

Ayahnya, Ziauddin Yousafzai, merupakan aktivis pendidikan dan pendiri beberapa sekolah swasta. Kepedulian yang besar terhadap pendidikan inilah yang mendorong Malala untuk juga ikut peduli terhadap pendidikan. Karena perjuangannya tersebut dunia memberikan penghargaan tertinggi, ya Nobel.

Jadilah pemuda yang membawa pembaharuan bagi lingkungannya.

Posisikan diri pada pengubah, penyelesai masalah. Bukan sebaliknya, justru jadi bagi pencipta masalah. Anda saat ini sangat ditunggu-tunggu peranan kalian dalam kehidupan sosial masyarakat, politik dan ekonomi.

Tawarkan konsep perubahan yang lebih baik. Dobrak segala hal yang tidak memberikan peluang bagi terjadinya perubahan. Status quo yang menjurus pada otorisasi pemikiran dan perilaku menuju tirani perlu diubah kearah yang lebih demokratis dan terbuka.

Berikan satu visi yang memiliki lompatan besar terhadap kemajuan bangsa ini. Bukan sebaliknya pemuda menjadi benalu dan virus yang menggerogoti sendi-sendi kelauatan bangsa. Itulah makna sumpah pemuda bagi kaum milenials. (*)