Ini Komentar Sejumlah Netizen Terkait Munculnya Gagasan Koalisi PA-PNA, Ada yang Sebut “Mualem dengan Haji Uma, Bereh”

ACEHSATU.COM – Sejumlah netizen memberikan komentar beragam terkait munculnya gagasan untuk membentuk koalisi antara Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) yang lagi hangat dibicarakan oleh sejumlah elit dari kedua partai tersebut.

Komentar tersebut dilontarkan oleh para warganet melalui platform media sosial (medsos) Facebook.

Seperti postingan komentar akun facebook @Khalidkan Amir “Nyan Karab Careng Ureng Getanyo” tulisnya

Lalu akun @Raja Raja “Meusaboh Keon” tulisnya.

“Untuk ke depan akan ada koalisi rakyat#dgn pasangan cln H. Uma-Apa Lahu” tulis Akun facebook @Raja Raja.

Akun Facebook @Marzuki menuliskan komentar “Prak Aju”

“Insya Allah” tulis Akun Facebook @Firoma Wawan.

Selanjutnya, Akun Facebook @Adun “Haji Uma Na Rencana Peugeot Perte…? Bang Joni, Yusniar, neu usong ke Calon Gubernur ” tulisnya.

Akun Facebook @Darwiyanti “Gak coplos…gak milih kepingi rumah aja gak dikasih…, rmh duafa…promosasalllll…banyak…dikantor Roki tapi gak dapat…” tulisnya

“Ka lom diawak keie, jra han jra” Tulis Akun Facebook @Abdulguree.

“Ka Carong,…Nyan Cap…” tulis Akun Facebook @Haris Ananda.

Akun Facebook @Sofiyan Mhd “Yang Pah Jih Mualem Ngen Haji Uma, Bereh Bereh Bereh” tulisnya

Kemudian akun Facebook @Jali Topan Kairo “Alhamdulillah that meunye kageutem meusaboh, Insya Allah Aceh Akan Maju” tulisnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ACEHSATU.COM, Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh masih lama namun gagasan untuk membentuk koalisi antara Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) mulai didengungkan oleh sejumlah elit dari kedua partai tersebut.

Informasi yang diperoleh media ini, menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Nanggro Aceh (PNA), Samsul Bahri atau yang akrab disapa Tiyong menyambut positif gagasan Mualem terkait koalisi Partai Aceh (PA) dan Partai Nangroe Aceh(PNA).

Samsul Bahri berharap dengan bersatunya kembali kedua Partai lokal besutan mantan kombatan GAM tersebut diharapkan dapat menyamakan visi dan misi dalam membangun Aceh ke depan.

Tiyong juga mengatakan, sangat setuju gagasan Mualem dan sangat menginginkan bersatunya kembali mantan kombatan GAM di bawah satu komando.

Lebih lanjut ketua Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) Samsul Bahri mengatakan, bersatunya kembali partai lokal tersebut diharapkan dapat kembali memperkuat barisan dalam membangun Aceh.

Salah satunya adalah kembali untuk saling memperjuangkan segala bentuk kekhususan Aceh yang masih terganjal di pusat.

Dikatakannya, saat kedua kubu parlok itu sudah bersikap, diharapkan dapat membangun rasa semangat dan kepercayaan pemerintah pusat terhadap masa depan Aceh yang lebih baik dan bermartabat.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah I Wilayah Batee Iliek ini juga mengaku, pihaknya juga siap mengusung dan mendukung Muzakir Manaf alias Mualem untuk maju sebagai calon Gubernur Aceh pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2022 yang akan datang.

Sebagaimana diketahui kedua Partai Lokal (Parlok) tersebut yakni Partai Aceh (PA) dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) didirikan oleh mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) paska penandatangannan MoU Helsinki antara pemerinta Republik Indonesia antara Gerakan Aceh Merdeka pada 15 Agustus 2005 silam. (*)