oleh

INI Keyakinan Menhan Ryamizard Ryacudu Pada Kivlan Zen

-Nasional-28 views

ACEHSATU.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yakin seniornya di TNI, Mayjen (Purn) Kivlan Zen tidak melakukan makar. Namun, Ryamizard menilai dugaan makar yang membelit Kivlan bukan kasus biasa.

Ryamizard Ryacudu (Foto: Kemenhan)

Keyakinan Ryamizard bahwasanya Kivlan tak melakukan makar diutarakan setelah bertemu Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj.

“Oh (Kivlan) nggak (makar),” kata Ryamizard di Kantor Pusat PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Meskipun yakin tidak melakukan makar, Ryamizard tidak bisa memenuhi permintaan Kivlan tentang perlindungan hukum. Ya, Kivlan memang meminta perlindungan hukum kepada Ryamizard.

“Begini ya, kita lihat kalau memang itu masalah yang biasa-biasa saja, harus tolong menolong. Tapi ini kan masalah politik, berat saya. Politik ini,” jelasnya.

“Bukan saya tidak mau. Karena saya ini orang yang selalu membela prajurit, dimana-mana. Saya kadang-kadang suka melanggar aturan, karena saya membela prajurit. Tapi ini masalah politik, jadi rada mikir saya, saya mikir dulu nih,” imbuh purnawirawan TNI itu.

Mantan KSAD itu khawatir jika perlindungan hukum diberikan ke Kivlan akan ada berdampak buruk baginya. Ryamizard lagi-lagi menyebut masalah yang membelenggu eks Kepala Staf Kostrad masuk ranah politik.

“Bukan pikir ulang. Saya pikir ini masalah politik, nanti berbalik dengan saya, bahaya saya. Saya ingin membantu, tiba-tiba berbalik kan nggak baik seperti itu,” tutur Ryamizard.

Kivlan pun meminta pihak kepolisian menghargai Kivlan. Dia juga mempersilakan kepolisian untuk mengusut kasus yang menyeret Kivlan menjadi tersangka.

“Begini, sesuaikan dengan aparat, asal aparat itu… Kita tahu Kivlan pangkatnya, hargailah, jangan samakan dengan penjahat lain-lain, dan sebagainya. Tapi proses hukum tetap saja, ini negara hukum. Jelas ya,” tutur Ryamizard.

Kivlan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar. Dia kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur.

Komentar

Indeks Berita