Ini Kata Amir soal Namanya Disebut dalam Kasus Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo

ACEHSATU.COM – Seorang wartawan menyarankan pemilik warung, Amir Mahmud, 51 tahun, memprotes polisi yang menyebut nama dan warung kopinya dikaitkan dengan kematian Yodi Prabowo, editor Metro TV.

Dikutip dari Tempo.co, saran itu disampaikan setelah mengkonfirmasi kebenaran Amir yang disebut mengenal Yodi. Yodi juga disebut polisi sering mampir ke warung Amir yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat ditemukannya jenazah editor video itu, di dekat tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau Jalan Ulujami Raya.

Polisi menyatakan pisau yang ditemukan di jasad Yodi dicurigai bersumber dari warung Amir depan Danau Cavalio, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. “Pak Amir, protes saja ke Pak Yusri,” kata Amir, bercerita kepada Tempo, Kamis, 16 Juli 2020, meniru wartawan perempuan yang memberinya saran di kedai kopinya.

Yang disebut “Pak Yusri’ itu adalah Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Yusri Yunus. Tapi pedagang kopi di dekat danau sejak 2015 ini menolak. “Enggak usah, nanti juga ketahuan,” kata lelaki 52 tahun itu. Seperti dikutip Tempo.

Jenazah Yodi Prabowo, 25 tahun, ditemukan di sisi kiri Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau Jalan Ulujami Raya, depan gapura gang RT 007-008 RW 01, Kelurahan Pesanggrahan, Jumat, 10 Juli lalu.

Sebelumnya ia hilang selama dua hari dan jasadnya ditemukan tak bernyawa oleh sejumlah bocah setempat dengan kepala berhelm, bersepatu, dan tas selempang, tengkurap menghadap tembok.

Amir mengaku baru kali ini berurusan dengan hukum, didatangi polisi dan dimintai keterangan mengenai korban pembunuhan. Dia berharap polisi cepat menangkap pembunuh Yodi. “Saya juga enggak habis pikir, mengapa bisa mengarah ke sini, ya?” kata pria beranak empat itu.

Amir dan warungya mulai ramai didatangi polisi dan wartawan semenjak unit satwa atau K9 mengantar petugas kepolisian melacak jejak pisau yang ditemukan di saku editor Metro TV itu.

Anjing pelacak berjalan 400-500 meter hingga melewati warung Amir dan kembali di dekat dipan kayu beralas spanduk, depan warung. “Saya enggak kenal (Yodi), benar. Di televisi kami dibilang kenal,” kata istri Amir, Sariyem, 53 tahun. (*)