Bener Meriah

Ini Jawaban Kepala SMPN 1 Pintu Rime Gayo Soal Dugaan Pungli di Sekolah

“Karena dana bos kami tidak mencukupi, maka untuk menutupi kekurangan komite dan wali murid berembuk dan menyepakati untuk mengumpul uang tersebut,”

Foto | Wan Kurnia

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH – Menanggapi adanya isu dugaan pungli sebesar Rp 350.000 per siswa untuk kelas 3 di SMPN 1 Pintu Rime Gayo Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Kepala SMPN 1 pintu Rime Gayo, Mulwin Sulistiyo angkat bicara.

Saat dikonfirmasi ACEHSATU.COM, Mulwin Sulistiyo yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Drs Rayendra mengatakan, pengutipan dana tersebut dilakukan setelah komite sekolah bermusyawah dengan wali murid yang diperuntukan untuk biaya pengayaan dan pembelian buku soal prediksi UN (ujian nasional).

Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan dana shering dari komite sekolah untuk menutupi biaya kekurangan yang tidak tercantum dalam anggaran sekolah.

“Karena dana bos kami tidak mencukupi, maka untuk menutupi kekurangan komite dan wali murid berembuk dan menyepakati untuk mengumpul uang tersebut,” ujarnya.

Secara rinci ia menjelaskan, penggunaan uang tersebut diperuntukkan untuk pembelian buku Soal Prediksi UN terbitan Elangga untuk 4 mata pelajaran  di tambah 1 kepingan VCD sebesar Rp 120.000/buku, sisanya, untuk biaya transportasi guru mengajar les dan uang makan minum dalam waktu 4 bulan.

“Murid kelas 3 di sekolah kami berjumla 50 orang, namun untuk siswa kurang mampu dan anak yatim tidak diharuskan dan mereka hanya membayar sesuai dengan kemampuanya,” ungkap Mulwin.

Mendengar penjelasan tersebut, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Drs Rayendra menyampaikan, untuk pengayaan dan pembelian buku tersebut memang tidak tercantum dalam pembiayaan pendidikan.

“Ini hanya miskomunikasi atara sekolah dan wali murid dan jika dihitung, wali murid hanya membayar uang pengayaan les sore sebesar Rp 15.000 per bulan,” katanya.

Menurutnya, jika pengutipan tersebut telah disepakati oleh komite dan wali murid, dan diperuntukan untuk memajukan pendidikan  masih dapat dimaklumi.

“Setiap kali pertemuan, saya selalu menekankan kepada sekolah agar tidak melakukan pungutan secara sepihak dan memahami sumber bantuan agar tidak tergolong dalam pungli,” katanya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top