Ini Hadis Nabi yang Dikutip Joe Biden Capres AS

Calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengutip hadits amar ma'ruf nahi munkar. Biden mengutip dalam sebuah pidato di acara KTT Million Muslim Vote.
Foto: AP Foto/Soal Hadits Amar Ma'ruf Nahi Munkar yang Dikutip Joe Biden Capres AS.

ACEHSATU.COM – Calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengutip hadits amar ma’ruf nahi munkar. Biden mengutip dalam sebuah pidato di acara KTT Million Muslim Vote.

Video Biden yang mengutip hadits amar ma’ruf nahi munkar di acara virtual tersebut diunggah akun Youtube surat kabar AS, The Hill, Selasa (21/7/2020).

“Hadits dari Nabi Muhammad menginstruksikan, Barang siapa di antara kamu yang melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia mengubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah,” kata Biden.

Foto: AP Foto/Soal Hadits Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang Dikutip Joe Biden Capres AS.

Joe Biden adalah penantang Donald Trump dalam Pilpres AS November 2020 mendatang. Dikutip dari CNN, sebanyak 52 persen pemilih terdaftar menyatakan akan memilih Biden. Sedangkan yang memilih Trump adalah 37 persen dari total pemilih terdaftar.

Hadits amar ma’ruf nahi munkar yang dikutip Biden memiliki derajat shahih yang tidak diragukan lagi kebenarannya. Tuntutan bagi umat Islam ini ada dalam kitab The Book of Faith karangan Imam Muslim.

Berikut hadits amar ma’ruf nahi munkar

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Artinya: “Jika di antara kamu melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tanganmu, dan jika kamu tidak cukup kuat untuk melakukannya, maka gunakanlah lisan, namun jika kamu masih tidak cukup kuat, maka ingkarilah dengan hatimu karena itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).

Selain mengutip hadits amar ma’ruf nahi munkar, Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat itu berjanji akan merekrut staf dari kalangan muslim. Akankah Biden memenuhi janjinya jika terpilih? (*)