https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Bendera Negara Islam
Sempat viral di medsos fenomena 'bulan-bintang' yang berdekatan sehingga mirip dengan bendera Islam. Foto: BRIN

ACEHSATU.COM Sempat viral di medsos fenomena ‘bulan-bintang’ yang berdekatan sehingga mirip dengan bendera negara Islam. Yang membuat ini makin menarik, kejadiannya berlangsung ketika awal Ramadhan 2023. Fenomena apakah itu sebenarnya?

Pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin menjelaskan di sela acara ‘Eureka! Edisi 15: Puasa Ekuinoks’, Senin (3/4/2023). Fenomena menghebohkan itu ternyata dikenal dengan nama konjungsi Bulan dan Venus.

“Untuk wilayah tertentu di Indonesia, seperti di Kalimantan Utara, itu sudah mengalami okultasi Venus oleh Bulan. Jadi, si Venus-nya itu akan terhalang oleh Bulan yang berada di depannya sehingga seolah-olah Venus itu tertutupi oleh Bulan padahal sebenarnya Venus itu ada di belakang Bulan,” jabar Andi.

“Tapi karena diamati dari permukaan Bumi seolah-olah Venus itu terhalang oleh Bulan. Seperti gerhana, tapi objek yang menutup itu lebih besar, itulah yang disebut sebagai okultasi,” lanjutnya.

Fenomena konjungsi Bulan dan Venus adalah hal yang wajar terjadi setiap 25 hingga 27 hari sekali. Andi menuturkan, Venus yang terlihat di atas Bulan sabit sudah terjadi pada 24 Maret 2023. Selanjutnya, fenomena konjungsi Bulan dan Venus bisa disaksikan kembali pada 23 April 2023.

Jadi, yang ramai disebut bintang dekat bulan sabit yang mirip bendera Islam itu bukanlah bintang. Itu adalah Planet Venus ya detikers.

Tidak ada dampak dari peristiwa konjungsi Bulan dan Venus. Adapun narasi yang menyebutkan ini sebagai pertanda bencana adalah sebuah hoaks belaka. (*)