oleh

Ini Fakta Baru di Balik Alasan Rumah Wisnu Dipagar Tembok Tetangga

-Nasional-13.185 views

ACEHSATU.COM – Kotoran ayam menjadi penyebab ditemboknya akses jalan rumah Wisnu Widodo. Ternyata ada satu sebab lain mengapa Mistun tega menutup akses jalan Wisnu dengan pagar tembok.

Sebab itu adalah jual beli tanah. Mistun pernah mencoba membeli tanah milik Wisnu, tetapi karena tak cocok dalam soal harga, Mistun kecewa dan melampiaskannya dengan menembok sekeliling rumah Wisnu dan tanah tersebut.

“Selain kotoran ayam, penyebab lainnya tanah yang disebelahnya Widodo itu kan dijual. Sama Mistun ditawar, tapi rendah sekali,” tutur Kades Gandu Kepuh Suroso, sperti dilansir detikcom, Minggu (26/7/2020).

Menurut Suroso, keluarga Wisnu menawarkan harga Rp 16 juta. Namun Mistun menawar dengan harga Rp 6 juta. Karena terlalu rendah, oleh keluarga Widodo tanah itu dijual ke orang lain, Budi dengan harga Rp 16 juta.

“Nah sudah dijual ke Budi sebesar Rp 16 juta, Mistun mungkin nggak terima. Akhirnya dipagar sekalian biar nggak bisa lewat,” terang Suroso.

Awalnya permasalahan ini sejak tahun 2017 lalu sudah mulai diselesaikan. Baik musyawarah di Balai Desa maupun ke rumah Kades. Namun pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil.

“Sampai akhirnya ke pengadilan terus putusannya memenangkan Widodo, kalau itu jalan desa,” jelas Suroso.

Sebab, di peta desa jalan itu muncul dan diklaim sebagai jalan desa. Bahkan menurut Suroso, jalan tersebut bisa dibangun dengan menggunakan dana APBDes.

Kalau melihat peta desa memang muncul jalan, sesuai aturan ahli waris memang ada jalan ke belakang. kalau muncul jalan pada akhirnya jalan desa bisa diajukan bangunan lewat APBDes.

“Di peta desa muncul jalan makanya ke depan bisa diajukan pembangunan lewat APBDes,” imbuh Suroso.

Karena tak mendapatkan akses akhirnya Budi bersama Wisnu mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Ponorogo. Hasilnya, mereka menang sebab jalan tersebut merupakan jalan desa.

“Kami nanti saya bersama Sekdes, Kasun jam 10 mau ada pengarahan dari Bu Camat, seperti apa ke depannya,” pungkas Suroso. (*)

Indeks Berita