Ini Dia Saran Plt Gubenur Kepada Apdesi

Ini Dia Saran Plt Gubenur Kepada Apdesi

ACEHSATU.COM [ BANDA ACEH – Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah meminta pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh, agar meningkatkan kemampuan aparatur perangkat desa sehingga pengelolaan dana desa di Gampong lebih optimal dan bermanfaat bagi warga .

Saran tersebut diungkapkan, Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah saat menerima audensi Pengurus  Apdesi Aceh yang dipimpin Muksalmina  di rumah dinasnya, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut,  Nova berharap Apdesi Aceh dapat memberikan pendampingan dan pelatihan kepada perangkat desa sehingga mereka mempunyai kapasitas yang memadai untuk memajukan desanya melalui pengelolaan dana desa yang diberikan pemerintah.

“Saya berharap Apdesi bergerak di bidang pembinaan dan pemberdayaan kemampuan aparatur desa, sehingga dana yang ada bisa optimal dimanfaatkan,” ujarnya

Menurut Nova, pemberian dana desa merupakan jawaban terhadap kebutuhan desa yang sering dikeluhkan selama ini. Oleh karena itu, ia berharap agar dana yang telah diberikan tersebut selayaknya dapat dioptimalkan dengan baik.

“Dana desa ini lahir dari akumulasi semua kepentingan, kebutuhan anggaran dan aspirasi politik desa, yang kemudian ditarik ke atas untuk dibentuk undang-undang ,” kata Nova.

Saran lainnya, agar program pembangunan desa di Aceh dapat mengadopsi jejak desa lain di luar Aceh yang telah mandiri. Banyak desa di luar Aceh yang sukses dalam pengelolaan anggaran, hingga mendulang pendapatan bagi desa.

Nova juga mengingatkan, agar penggunaan dana desa tahun 2020 ke atas dapat difokuskan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pemberian pelatihan kewirausahaan.

Pemberdayaan  Warga

Senada dengan Plt Gubernur, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Azhari menambahkan, dana desa yang diberikan pemerintah cukup besar sehingga diperlukan kapasitas yang mumpuni untuk mengelola dana desa secara efektif, tepat sasaran dan akuntabel agar gampong menjadi mandiri dan rakyat sejahtera.

 

“Dana ini besar, kalau tidak didampingi dan diedukasi maka tidak akan memberikan dampak besar bagi masyarakat, ” kata Azhari.

 

Azhari mengatakan, pada tahun 2021 pihaknya akan memfasilitasi dan mendorong proses

penetapan APBG 2021 dan pencairan dana desa di Aceh lebih cepat lagi dibandingkan tahun ini.

 

Selain itu,tahun depan pihaknya juga akan mengedukasi Kab/Kota dan Gampong agar APBG menjadi stimulus dalam pemberdayaan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan desa dan penanggulangan stunting. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka kesempatan kerja baru di desa yang tentunya bisa berdampak untuk mengurangi kemiskinan di tingkat gampong.

 

“Di tahun 2021 kami telah menyusun menu kegiatan penanggulangan kemiskinan, pengangguran, stunting, ketahanan pangan dan bencana alam. Penggunaan dana desa tahun depan harus fokus pada lima hal tersebut, ” kata Azhari.

 

“Ini adalah upaya empowering yang harus kita lakukan agar penggunaan dana desa bisa lebih efektif dan tepat sasaran, ” kata Azhari.

 

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Aceh,

Muksalmina, menyampaikan sejumlah peran dan fungsi organisasi yang ia pimpin. Selama ini, kata dia, Apdesi menjadi organisasi yang memberikan advokasi bagi pemerintah gampong yang mengalami permasalahan hukum dalam mengelola dana desa.

 

“Kegiatan kita itu paling banyak dalam hal mendampingi para Keuchik yang bermasalah atau yang disangkakan bermasalah, ” kata Muksalmina.

 

Dalam kesempatan itu, Muksalmina juga menyampaikan sejumlah agenda yang akan digelar Apdesi ke depan. Selain itu, pihaknya juga menyampaikan beberapa rekomendasi dari seluruh pengurus Apdesi berdasarkan hasil rapat koordinasi daerah DPD Apdesi Aceh kepada Pemerintah Aceh.

 

Untuk itu, dirinya berharap dukungan dari Pemerintah Aceh sehingga setiap tugas dan kegiatan yang dijalankan oleh organisasi dapat berjalan dengan baik ssesuai harapan pemerintah (*)