Ini dia Modus Dua Remaja Rudapaksa Anak Dibawah Umur, Satu Pelaku Diciduk Polisi

Rudapaksa
Ilustrasi: perkosaan. (ANTARA News / Insan Faizin Mub) (1)

ACEHSATU.COM [ BENER MERIAH – Dua remaja di Kabupaten Bener Meriah diduga melakukan rudapaksa terhadap anak dibawah umur sebut saja Bunga berusia 12 tahun dengan modus mengajak jalan jalan.

Dua remaja pelaku tersebut inisial WR (18) warga Kecamatan Bandar berhasil diciduk polisi sementara  pelaku lainnya AD (15) warga Kampung Simpang Bahgie, saat ini sedang dicari polisi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya melalui Kasat Reskrim, Iptu Bustani kepada wartawan Minggu (4/7/2021) mengatakan, menurut keterangan korban Bunga, aksi bejat yang dilakukan dua remaja ini terjadi akhir Juni lalu tepatnya , Selasa (29/6/2021) sekitar pukul 19.30 WIB.  Kejadian itu  berawal ketika pelaku melalui media sosial messenger, mengajak korban Bunga jalan –jalan namun ajakan tersebut di tolak korban.    

“Setelah ajakan jalan-jalan ditolak, AD menghubungi lewat telpon dan mengancam korban. Korban yang takut dengan ancaman AD menuruti ajakan jalan-jalan itu,” jelas Kasat Reskrim.

Rudapaksa
Ilustrasi: perkosaan. (ANTARA News / Insan Faizin Mub) (1)

Lanjut Iptu Bustami, kemudian pelaku AD bersama temannya WR, menjemput korban di gapura salah satu kampung di Kecamatan Bandar, dengan mengendarai mobil kijang minibus. Selanjutnya kedua pelaku melancarkan aksi rudapaksa secara bergantian di dalam mobil tersebut.

“Menurut keterangan korban, pelaku AD dan WR kembali melakukan aksinya untuk kedua kalinya pada hari Rabu 30 Juni 2021, sekira pukul 19.00 WIB  menggunakan mobil yang sama di jalan KKA,” ujar Kasat reskrim lagi

 “Laporan perbuatan bejat dua remaja ini diterima pihaknya pada 2 Juli 2021 dan tim langsung merespon dan mencari tersangka,” ujar Iptu Bustani dan menambahkan,kasus rudapaksa kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bener Meriah dan korban juga sudah diminta visum..

Kedua remaja ini terancam dijerat Pasal 50 jo pasal 47 jo pasal 26 Qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat (*)