Ini Cerita Ibundanya Soal Orang Ketiga Ingin Rebut Yodi Prabowo dari Suci, Begini Sosok dan Inisialnya

ACEHSATU.COM – Pacar editor Metro TV Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah, sempat mengungkapkan sebelum almarhum meninggal dunia, dia menolak orang ke tiga dalam hubungannya.

Dikutip dari TribunJakarta.com, Keluarga korban pun sudah mendengar ada orang ketiga dalam hubungan Editor Metro TV Yodi Prabowo dan Suci Fitri Rohmah yang sudah jalan tujuh tahun.

Faktor ini diduga menjadi motif di balik kasus pembunuhan Yodi Prabowo. Polisi memperkirakan korban tewas pada Rabu (8/7/2020) pukul 00.00-02.00 WIB.

Turinah, ibunda almarhum Yodi Prabowo, mengaku sudah mengetahui sosok orang ketiga tersebut namun belum pernah melihatnya langsung.

Cerita soal orang ketiga Turinah dapatkan dari cerita Suci.

Ia sempat terkejut dan bertanya-tanya mengapa Suci tidak cerita sejak Yodi Prabowo masih ada.

“Saya bilang ke Suci, kenapa nggak ngomong dari dulu? Kenapa dipendam sendiri?” cerita Turinah saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya di Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Kamis (23/7/2020).

Turinah belakangan baru paham, Suci tak enak hati mengungkapkan masalah itu.

“Nggak enak ngomongnya,” kata Suci seperti diitirukan Turinah

Setahu Turinah berdasarkan cerita Suci, orang ketiga yang dimaksud adalah L.

“Kalau Yodi kan sudah karyawan tetap, dia lumayan lama di Metro TV, sudah lima tahun,” ungkap Turinah.

Cerita soal L didapatkan Turinah dari rekan sekantor Yodi Prabowo lainnya berinisial DF.

DF menceritakan siapa sosok L saat mengikuti acara tahlilan di kediaman Yodi Prabowo.

“Kata DF, si L ini orangnya agresif banget. ‘Gue harus dapetin Yodi, gue harus dapetin Yodi,’ katanya gitu. DF yang cerita,” tutur Turinah.

Sepengetahuan Turinah, Yodi Prabowo tidak pernah mengenalkan L kepadanya.

Begitu pun L yang tidak pernah mampir seorang diri ke rumahnya.

“Enggak belum pernah. Saya juga nggak kenal,” kata dia

Turinah enggan berprasangka buruk terhadap L dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Kesal Anaknya Disebut Bunuh Diri

Turinah kini sudah lebih tegar dari sebelumnya tapi tetap mengikuti perkembangan kasus dugaan pembunuhan anaknya.

Ia sakit hati ketika mengetahui informasi di pemberitaan yang menyebut anaknya diduga tewas bunuh diri.

“Sya enggak terima anak saya dibilang bunuh diri. Sakit dibilang kesimpulan bunuh diri. Sakit banget saya, udah saya kehilangan anak saya,” ujar Turinah.

Turinah menjelaskan, anaknya tidak mungkin sampai mengambil keputusan mengakhiri hidup hanya karena perkara cinta.

Selama 26 tahun membesarkan Yodi Prabowo, Turinah sangat mengenal anak sulungnya itu.

Yodi Prabowo dipastikan tidak pernah terlalu memikirkan masalah yang dialaminya.

“Motifnya apa? Percintaan begitu? Kayaknya enggak sampai gitu orangnya. Enggak sampai dipikiriin banget,” ujarnya.

Turinah tidak terima kalau kesimpulan bunuh diri itu hanya berdasar dari sidik jari pada pisau

Menurutnya, bisa saja pisau tersebut digenggamkan ke tangan anaknya.

Terlebih jumlah tusukan di tubuh Yodi tidak sedikit.

“Saya juga kesel jadinya dibilang bunuh diri. Cuma gara-gara ada sidik jarinya di pisau. Masa bunuh diri tusukannya banyak gitu,” ujarnya.

Yodi Prabowo ditemukan tewas pada Jumat (10/7/2020) pagi di pinggir Tol JORR yang bersisian dengan Jalan Raya Ulujami Raya, Jakarta Selatan.

Menurut polisi, waktu kematian Yodi Prabowo pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 00.00-02.00 WIB.

Pada pukul segitu petugas ronda menemukan motor Yodi Prabowo terparkir di depan warung bensin.

Lantaran si pemilik tak muncul-muncul, petugas ronda memindahkan motornya ke dekat portal Gang Batako.

Dari hasil identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan luka di dada kiri korban akibat senjata tajam.

Sehari berselang, jenazah Yodi Prabowo diautopsi.

Hasilnya, ditemukan luka lain di bagian leher, yang juga diakibatkan karena senjata tajam.

Berdasarkan hasil autopsi itu, polisi menduga Yodi Prabowo merupakan korban pembunuhan.

Sebanyak 34 saksi sudah dimintai keterangan. Mulai dari teman-teman terdekat, rekan sekantor, hingga warga sekitar di lokasi penemuan jenazah Yodi Prabowo.

Kepolisian juga telah membentuk tim khusus guna mengungkap misteri kematian editor Metro TV itu. (*)