Ini Bintang Porno Asal Afghanistan, Sebut Taliban Benci Kontennya

Yasmeena juga mengklaim menjadi satu-satunya bintang porno yang berasal dari Afghanistan.
Yasmeena Ali
Bintang porno asal Afghanistan, Yasmeena Ali bicara tentang negaranya dan Taliban. | Foto: Instagram

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Bintang porno asal Afghanistan, Yasmeena Ali untuk pertama kalinya bersuara tentang negaranya dan Taliban. Dia menyebut, Taliban tidak senang pada konten pornografinya.

Yasmeena juga mengklaim menjadi satu-satunya bintang porno yang berasal dari Afghanistan.

Sebagaimana diketahui, Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan melarang keras adanya pornografi di negara tersebut.

Kendati demikian membicarakan soal Afganistan di bawah kepemimpinan Taliban Yasmeena tampak tidak gentar.

“Mereka (Taliban) kebanyakan membenci kontenku karena mereka tidak ingin Afghanistan mengetahui tentang pornografi,” ungkap Yasmeena dalam sebuah podcast I Hate Porn.

“Bagaimana aku menunjukkan tubuhku? Mereka pikir mereka memiliki tubuhku dan aku tidak punya hak untuk menunjukkannya dan aku tidak bisa menjadi orang Afghanistan sejati jika aku melakukan ini,” kata Yasmeena.

“Aku selalu mendapatkan pesan tentang seperti kamu berpura-pura, kamu mata-mata Yahudi, kamu menyamar. Aku orang Afganistan. Lalu kenapa?” tantang Yasmeena.

Yasmeena yang lahir dan sempat tinggal di Afghanistan dalam kepemimpinan Taliban mengaku merasakan ketidakamanan sebagai manusia.

BACA JUGA: Pacarnya Disekap, Seorang Janda di Nagan Raya Diperkosa Secara Bergilir

Masa kecilnya begitu ‘akrab’ melihat kekerasan yang terjadi di mana-mana. Ia mengatakan bahwa jika hidup di luar negeri, kasus kekerasan bisa dilaporkan ke polisi.

Sementara di negaranya Afganistan tidak tahu harus melapor kemana untuk mencari perlindungan.

 “Di Afganistan, orang-orang yang menyebabkan kekerasan adalah mereka yang menjalankan negara. Siapa yang bisa kamu hubungi? Apakah kamu ingin tangan dipotong?,” ucap Yasmeena.

Saat tumbuh, Yasmeena dilarang bersekolah sampai dia pindah ke Inggris pada usia sembilan tahun. Yasmeena menjelaskan alasan Taliban takut memberikan pendidikan kepada perempuan.

“Semua aturan hanya untuk keuntungan dan kesenangan pria. Jika Anda sedang menstruasi, Anda dianggap tidak suci, kotor.”

BACA JUGA: Cerita Pilu Orang Tua Fitri, Janda Cantik Dua Anak asal Langsa yang Pindah Keyakinan

“Tanpa wanita tidak akan ada ras manusia tetapi mereka memiliki masalah dengan seksualitas wanita karena mereka takut kehilangan kendali,” ungkap Yasmeena.

Yasmeena kini juga lebih dikenal sebagai aktivis di Inggris. Wanita yang juga mengaku sebagai feminis itu kini juga sudah tidak memeluk agama Islam, melainkan menjadi ateis. (*)